Di Balik Jeruji Lapas Suliki, Harapan Baru Tumbuh lewat Pembinaan Keaksaraan
Suliki, INFO_PAS – Siapa sangka, dari balik jeruji besi, sebuah harapan baru dapat tumbuh melalui huruf demi huruf yang dipelajari? Inilah semangat yang dihadirkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Suliki melalui program pembinaan keaksaraan dasar bagi Warga Binaan.
Pada Senin (2/11), 20 Warga Binaan ikuti kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan mengenal angka sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik. Pembelajaran dipandu oleh Kevin, staf Subseksi Pembinaan, yang juga lulusan Sarjana Pendidikan dengan dukungan Tisya Darmawanti, peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pembelajaran secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf, membaca kata dan kalimat sederhana, hingga latihan menulis. Materi diberikan dengan memperhatikan kemampuan masing-masing peserta agar proses belajar berlangsung secara efektif dan mudah dipahami.
Kevin menyampaikan kesabaran dan konsistensi menjadi kunci dalam mendampingi Warga Binaan mengikuti proses pembelajaran. “Setiap orang memiliki kemampuan belajar berbeda. Karena itu, kami berusaha menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman agar Warga Binaan tidak takut mencoba dan terus bersemangat. Bagi kami, keberhasilan bukan hanya ketika mereka mampu membaca atau menulis, tetapi juga ketika tumbuh keinginan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri,” ungkapnya,
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Tisya Darmawanti, peserta magang Kemnaker RI. Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berkembang.
“Saya berharap kegiatan ini menjadi pengalaman positif bagi Warga Binaan. Semoga mereka makin percaya diri untuk belajar, tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan, dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Langkah kecil dalam belajar bisa menjadi awal dari perubahan besar,” harap Tisya.
Terpisah, Kepala Lapas Suliki, Waskito Budi Darmo, menegaskan pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Menurutnya, keterbatasan kemampuan membaca dan menulis tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk terus belajar dan memperbaiki masa depannya.
“Pembinaan keaksaraan dasar ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan kesempatan kepada Warga Binaan agar terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Kami ingin mereka menyadari bahwa masa lalu bukanlah akhir dari segalanya. Melalui pendidikan, mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujar Waskito.
Pembinaan keaksaraan dasar ini menjadi dukungan Lapas Suliki terhadap Asta Cita Presiden RI serta15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Upaya pembinaan melalui pendidikan diharapkan dmendukung peningkatan kualitas layanan Pemasyarakatan dan mempersiapkan Warga Binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
Melalui pembinaan keaksaraan dasar, Lapas Suliki berupaya membuktikan pendidikan dapat menjadi pintu perubahan karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menata masa depan yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Suliki
What's Your Reaction?


