Dikunjungi Bupati, Sentuhan Rutan Dinilai Luar Biasa

Sentuhan di Rutan Wates dirasakan luar biasa. Hal tersebut disampaikan tidak hanya oleh Warga Binaan (Wabin), tetapi juga oleh Bupati Kulon Progo yang sedang berkunjung. Bahkan ada wabin menyatakan merasa seperti di pondok, yang banyak belajar agama, dan tidak merasa sedang menjadi nara pidana. Ada juga yang selama di Rutan Kelas IIB Wates merasa mendapat hidayah, sehingga dapat belajar Al-Quran. Rabu (8/7/2015), Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) beserta Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, Kabag TI Humas, Kabag Kesra dan Kemasyarakatan, dan dari Kemenag Kulon Progo , melakukan kunjungan ke Rutan Wates untuk melihat langsung pembinaan kepada wabin, memberikan tali asih kepada para penghuni rutan melalui pengurus majelis taklim di rutan dan menyerap aspirasi dari wabin. "Kami ngaruhke warga, jika ada ruwet renteng sering kita serap aspirasinya. Seperti beberapa waktu yang lalu, ada yang hamil mau melahirkan, sehingga harus ada kerjasama antara rumah sakit dengan ru

Dikunjungi Bupati, Sentuhan Rutan Dinilai Luar Biasa
Sentuhan di Rutan Wates dirasakan luar biasa. Hal tersebut disampaikan tidak hanya oleh Warga Binaan (Wabin), tetapi juga oleh Bupati Kulon Progo yang sedang berkunjung. Bahkan ada wabin menyatakan merasa seperti di pondok, yang banyak belajar agama, dan tidak merasa sedang menjadi nara pidana. Ada juga yang selama di Rutan Kelas IIB Wates merasa mendapat hidayah, sehingga dapat belajar Al-Quran. Rabu (8/7/2015), Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) beserta Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, Kabag TI Humas, Kabag Kesra dan Kemasyarakatan, dan dari Kemenag Kulon Progo , melakukan kunjungan ke Rutan Wates untuk melihat langsung pembinaan kepada wabin, memberikan tali asih kepada para penghuni rutan melalui pengurus majelis taklim di rutan dan menyerap aspirasi dari wabin. "Kami ngaruhke warga, jika ada ruwet renteng sering kita serap aspirasinya. Seperti beberapa waktu yang lalu, ada yang hamil mau melahirkan, sehingga harus ada kerjasama antara rumah sakit dengan rutan. Kunjungan saat ini, dari 48 wabin, tidak ada wabin yang punya masalah serius, spesifik atau khusus, hanya tadi secara umum disampaikan Alhamudulillah pelayanan disini jauh lebih baik" kata dokter Hasto.   Sebelumnya Sutrisno salah satu wabin dari Dukuh Karangsari Pengasih menyatakan, di Rutan ini merasa seperti di Pondok pesantren. Kepada Bupati, Sutrisno meminta kalau bisa ada Kyai/ ustad yang bisa mengajar setiap hari di rutan. Setelah keluar rutan Sutrisno juga berkeinginan untuk menjadi salah satu trainer baca Alquran. Heri salah satu wabin dari Kokap juga menyatakan bersyukur, karena di rutan wates ini dapat belajar mengaji, sehingga sekarang dapat membaca Alquran. Untuk kedepan Heri kepada Bupati meminta bantuan beberapa alat musik sebagai apresiasi seni para wabin. Selain itu meminta keamanan di wates untuk ditingkatkan, meminimalisir kejahatan, sehingga wabin di rutan wates tidak bertambah. Seusai tadarus Al Quran bersama dengan wabin dan melihat pla pembinaan di rutan, Bupati menyatakan senang. Pembinaan yang dilakukan, salah satunya bekerjasama dengan Himmatu dan didukung Kemenag Kulon Progo mengadakan Pesantren Ramadhan kepada warga binaan pemasyarakatan rumah tahanan negara kelas IIB Wates dengan beberapa agenda seperti Tahsinul Quran, Tadarus Alquran dan Khotmil Quran, Membaca Iqra dan Alquran, Sholat berjamaah Duha, Isya dan tarawih, Peringatan Nuzulul Quran. Kegiatan diselenggarakan mulai 18/6 sd 16/07/2015. "Saya juga merasakan disini sejuk, ada suara burung, suara ayam berkokok, sentuhan luar biasa. Saat masuk disini saya tersentuh, kebutuhan rasa kita terpenuhi. Terimakasih pada Pak Samsir" kata dokter Hasto. Berikan Bantuan   Selain mengunjungi, Bupati juga menyerahkan bantuan tali asih kepada wabin melalui Budiharjo Ketua Majelis Taklim di Rutan. Bantuan yang diberikan sebanyak Rp. 4,5 juta rupiah. Bupati menyampaikan bantuan ini diberikan untuk menambah sentuhan kegiatan selama bulan ramadhan, seperti untuk takjil. Untuk mendatangkan ustad ke Rutan, Bupati menyatakan akan membahas lebih lanjut dengan Kepala Bagian Kesra maupun Kemenag Kulon Progo dan Rutan Wates. Bupati juga berpesan, selama bulan ramadhan ini untuk bisa meningkatkan iman dan taqwa. Karena manusia hidup seperti cokro manggilingan, kadang diatas, kadang di bawah. Bulan ramadhan sebagai bulan barokah, semua sama di hadapan Alloh SWT. Untuk itu masing-masing perlu untuk introspeksi, mawas diri. Tidak hanya warga binaan tetapi juga para pejabat, karena belum tentu lebih mulia dihadapan Alloh SWT. (at) Sumber : kulonprogokab.go.id

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0