Ditjenpas Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Petugas melalui Pelatihan Master of Ceremony
Jakarta, INFO_PAS – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terus tingkatkan kompetensi komunikasi petugas melalui Pelatihan Master of Ceremony (MC) bagi petugas Pemasyarakatan pada Kamis (11/12) hingga Jumat (12/12) di Graha Bakti Pemasyarakatan, Ditjenpas. Kegiatan ini diikuti 28 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing direktorat di lingkungan Ditjenpas dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan keterampilan public speaking petugas Pemasyarakatan. Diharapkan mereka mampu menjalankan peran sebagai pembawa acara secara profesional, adaptif, dan komunikatif dalam berbagai kegiatan kedinasan.
Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan selaku penanggung jawab kegiatan, Rika Aprianti, menyampaikan keberhasilan suatu acara sangat dipengaruhi oleh kualitas sistem pendukung dan peran MC. “MC tidak hanya dituntut mampu membaca susunan acara, tetapi juga harus siap menghadapi perubahan mendadak, keterlambatan narasumber, maupun penyesuaian acara di luar rundown. Oleh karena itu, kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Rika juga menjelaskan kemampuan MC memiliki relevansi langsung dengan tugas petugas Pemasyarakatan, khususnya di lingkungan Balai Pemasyarakatan. “Kemampuan menyampaikan informasi secara singkat, jelas, dan tepat sangat dibutuhkan, terutama dalam kegiatan persidangan Penelitian Kemasyarakatan,” tambahnya.

Pelatihan ini turut menghadirkan MC profesional, Alfas Muharomi, sebagai narasumber. Materi pelatihan meliputi konsep dasar public speaking, jenis-jenis kepribadian, teknik vokal, bahasa tubuh, pengendalian grogi, hingga cara mengatasi situasi blank dan improvisasi dalam kondisi tak terduga. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya personal branding, etika, dan profesionalitas dalam menjalankan peran sebagai MC.
Dalam penyampaian materi, Alfas menekankan public speaking merupakan keterampilan yang dapat dilatih dan dikembangkan melalui jam terbang, konsistensi, dan kesiapan mental. “MC adalah pengendali acara dari awal hingga akhir. Seorang MC harus memiliki energi yang lebih besar dari audiens, mampu mengatur ritme acara, dan menjaga suasana tetap hidup,” jelasnya.
Di hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan praktik simulasi pembacaan susunan acara, simulasi pembukaan dan penutupan, serta penilaian penampilan peserta. Dari hasil penilaian tersebut, terpilih lima peserta terbaik yang dinilai memiliki penguasaan teknik, kepercayaan diri, dan kemampuan komunikasi yang menonjol.
Ke depan, pelatihan serupa akan juga diselenggarakan di UPT Pemasyarakatan lain. Melalui pelatihan ini, Ditjenpas menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalitas petugas Pemasyarakatan, khususnya dalam aspek komunikasi sebagai upaya memperkuat kualitas layanan serta citra Pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat. (df)
What's Your Reaction?


