Dorong Pemasyarakatan Sehat, Lapas Namlea dan Puskesmas Sawa Gelar CKG dan Skrining TBC
Namlea, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea ikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TBC) sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Rabu (12/8).
Kegiatan tersebut tindak lanjut Surat Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.6.PK.08.03-118 tentang Kegiatan Bakti Sosial CKG dengan Rontgen Dada Skrining TBC dalam Peringatan HUT RI Ke-81. Kegiatan ini targetkan 81.000 partisipan dari seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Indonesia.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut sampaikan apresiasi atas pelaksanaan CKG dan Skrining TBC bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Sawa.]
“Kegiatan CKG merupakan wujud pemenuhan hak-hak Warga Binaan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai dan tanpa dipungut biaya sepeser pun. Warga Binaan dapat menyampaikan segala keluhan kesehatannya kepada nakes agar mendapatkan penanganan medis yang lebih baik. Warga Binaan juga berkesempatan mendapatkan layanan kesehatan yang menyangkut TBC,” ungkap Marasabessy.
Tim Puskesmas Sawa yang terdiri atas sembilan orang dan dibantu peserta magang melakukan pemeriksaan kadar gula darah, tekanan darah, berat dan tinggi badan, penggalian data gejala TBC, serta edukasi kesehatan.
Kepala Puskesmas Sawa, Risna Waliulu, menyampaikan kegiatan CKG dan Skrining TBC merupakan hasil kerja sama dan koordinasi antara Lapas Namlea dan Puskesmas Sawa.
“Kami harapkan melalui kegiatan ini jalinan silaturahmi antara Lapas Namlea dan Puskesmas Sawa semakin erat dan bekerja sama memenuhi hak kesehatan Warga Binaan,” tutur Risna.
Ia juga mengimbau Warga Binaan agar memperhatikan kondisi kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit menular, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kasusnya tengah meningkat di Kabupaten Buru.
“Akhir-akhir ini sedang tren penemuan kasus DBD. Untuk mengantisipasinya, kami harapkan seluruh Warga Binaan mawas diri terhadap kondisi kesehatan, apalagi kebersihan lingkungan yang menjadi faktor paling berpengaruh terhadap populasi nyamuk DBD atau Aedes aegypti,” ucapnya.
Sementara itu, petugas Klinik Pratama Lapas Namlea, Fransky Uneputty, menjelaskan Lapas Namlea mengikutsertakan 10 pegawai dan 56 Warga Binaan dalam kegiatan CKG dan Skrining TBC. Jumlah tersebut melampaui target 36 orang yang ditetapkan oleh Kantor Wilayah.
“Karena sebagian Warga Binaan ada yang sudah mengikuti kegiatan ini sebelumnya, jadi kami ikutkan 66 peserta dari pegawai dan Warga Binaan. Hasilnya masih menunggu pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut dari pihak Puskesmas Sawa,” jelas Fransky. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Namlea
What's Your Reaction?


