Dorong Warga Binaan Terapkan GAP, Lapas Namlea Gelar Farmers Field Day bersama YBTS
Namlea, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea fasilitasi kegiatan Farmers Field Day atau Hari Temu Lapang yang diselenggarakan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) di lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), Selasa (20/10). Kegiatan ini bentuk dukungan Lapas Namlea terhadap program ketahanan pangan melalui kolaborasi dengan YBTS, yayasan sosial dan kemanusiaan yang berfokus pada pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan petani skala kecil di Indonesia.
Kegiatan Farmers Field Day juga melibatkan penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kabupaten Buru, Balai Penyuluh Pertanian, serta sejumlah petani binaan YBTS dari Desa Jikumerasa, Desa Waimiting, dan Desa Sawa.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, saat membuka kegiatan tersebut sampaikan apresiasi kepada YBTS yang telah memilih Lapas Namlea sebagai lahan percontohan (demonstration plot/demplot) yang dapat menjadi acuan bagi petani lokal.
“Kami berterima kasih kepada YBTS dan juga para penyuluh pertanian yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di Lapas Namlea. Meskipun hanya berperan sebagai fasilitator, kami bersyukur kegiatan ini dapat diselenggarakan di lahan pembinaan hasil budidaya Warga Binaan sendiri. Kegiatan ini juga sangat bermanfaat bagi Warga Binaan untuk memperluas wawasan dalam bertani,” tutur Marasabessy.
Ia mengatakan, kolaborasi dengan YBTS jadi salah satu upaya Lapas Namlea mendorong Warga Binaan jadi petani mandiri sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Dengan sinergi lintas sektor, kami terus berupaya mengajari dan memberikan penyuluhan kepada Warga Binaan seputar pertanian agar dapat mengaplikasikannya dalam praktik sehari-sehari khususnya menyukseskan program pertanian di Lapas Namlea,” jelasnya.
Sementara itu, Field Officer YBTS, M. Busrolana, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk menyosialisasikan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) atau praktik budi daya pertanian yang baik kepada Warga Binaan dan petani lokal, khususnya dalam budi daya cabai rawit.
“Pada kesempatan ini kami melakukan sosialisasi terkait penerapan GAP dalam budi daya cabai rawit yang dimulai dari persiapan lahan, pemilihan benih, teknik penanaman, pengendalian hama dan penyakit, dan juga teknik panen dan penanganan hasil panen. Semua itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan praktik budi daya cabai rawit yang baik dan benar dan untuk meningkatkan produktivitas, menjaga mutu hasil panen, serta mendukung keberhasilan usaha pertanian,” jelas Busro.
Di akhir kegiatan, YBTS menggelar kuis dan memberikan hadiah kepada sejumlah Warga Binaan dan petani berupa pupuk, obat-obatan, bibit, serta alat pertanian. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Namlea
What's Your Reaction?


