Lapas Bulukumba Hadirkan Harapan Baru lewat Pembelajaran Baca Tulis bagi Warga Binaan
Bulukumba, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba terus tingkatkan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan melalui program pembinaan kepribadian. Salah satunya berupa pembelajaran baca tulis yang rutin dilaksanakan tiga kali sepekan, tiap Senin, Rabu, dan Kamis, bagi Warga Binaan yang belum mampu membaca dan menulis.
Kegiatan ini diikuti 12 Warga Binaan yang belum mengenal huruf dan belum mampu menulis. Pembelajaran dibimbing oleh jajaran Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) bersama peserta magang di bawah koordinasi Kepala Subseksi Bimkemaswat, Andi Fadli.
Pembelajaran dilaksanakan secara bertahap dengan pendekatan sederhana dan humanis. Warga Binaan dibimbing untuk mengenal huruf, belajar membaca, dan melatih kemampuan menulis sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Salah seorang Warga Binaan, F, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan belajar selama menjalani pembinaan di Lapas Bulukumba.
“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pembelajaran ini. Saya tidak menyangka, selama berada di dalam Lapas, saya justru mendapatkan ilmu yang belum sempat saya dapatkan ketika masih di luar. Saya senang karena sekarang punya kesempatan untuk belajar membaca dan menulis,” ungkapnya, Rabu (21/10).
Andi Fadli menyebut program ini merupakan bentuk kepedulian terhadap hak Warga Binaan untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan diri.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Melalui pembelajaran baca tulis ini, kami ingin membantu Warga Binaan membangun kemampuan dasar yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap mereka semakin percaya diri dan memiliki bekal untuk kembali berbaur dengan masyarakat,” ujar Andi Fadli.
Sementara itu, Kepala Lapas Bulukumba, Mansur, tegaskan bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada peningkatan kualitas diri dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Kami ingin Lapas Bulukumba menjadi tempat bagi Warga Binaan untuk mendapatkan kesempatan kedua, termasuk kesempatan memperoleh pendidikan yang mungkin belum mereka dapatkan sebelumnya. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tegas Mansur.
Melalui pembelajaran baca tulis ini, Lapas Bulukumba berupaya hadirkan pembinaan yang inklusif dan bermanfaat. Kemampuan mengenal huruf dan merangkai kata diharapkan menjadi awal perubahan, membuka kesempatan baru, serta menumbuhkan harapan bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermartabat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Bulukumba
What's Your Reaction?


