Dukung Ketahanan Pangan, Lapas Geser Panen 90 Ikat Kangkung Hidroponik Modifikasi
Geser, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser kembali tunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Melalui pemanfaatan lahan dengan metode hidroponik modifikasi, Warga Binaan berhasil panen 90 ikat kangkung segar yang siap dikonsumsi, Rabu (26/8).
Kegiatan panen bersama ini berlangsung antusias dan diikuti petugas, peserta magang, serta salah seorang warga yang konsisten mendukung program tersebut. Dari total 90 ikat hasil panen, sebanyak 30 ikat dibeli langsung oleh warga untuk dipasarkan di Pasar Geser. Sementara itu, sisanya dibeli petugas dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi Warga Binaan melalui penyedia bahan makanan.
Kepala Subseksi Pembinaan, Junaidi Laisouw, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan dalam membangun kemandirian Warga Binaan sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan.
“Panen kangkung hidroponik ini adalah bukti konsistensi keberhasilan program pembinaan kemandirian di Lapas Geser. Kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki keterampilan produktif yang berdampak positif, baik untuk lingkungan dalam Lapas maupun untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekitar,” ujar Junaidi Laisouw.
Apresiasi juga datang dari peserta magang, Sahrul Sidik Keli Keli, yang ikut serta dalam proses panen. Menurutnya, program pelatihan seperti ini memberi nilai tambah bagi pengembangan potensi daerah dan pembekalan keterampilan Warga Binaan.
“Melalui kegiatan ini, kami belajar langsung cara menghasilkan sayuran segar yang bernilai jual, sekaligus menjadi sumber nutrisi bagi Warga Binaan maupun masyarakat luas,” ungkap Sahrul.
Sementara itu, Wabale, seorang warga lokal yang rutin memesan hasil panen Lapas Geser dalam jumlah banyak, mengungkapkan alasannya setia membeli kangkung hidroponik dari Lapas Geser. “Kangkung hasil budidaya di sini sangat segar, bersih, dan bebas pestisida sehingga diminati pembeli di Pasar Geser,” tutur Wabale.
Di tempat terpisah, Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, mengapresiasi keaktifan dan kerja keras Warga Binaan serta pendampingan yang diberikan petugas. Ia menegaskan bahwa program budidaya hidroponik modifikasi ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan sarana edukasi untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan konkret.
“Harapannya, setelah bebas kelak, mereka memiliki keahlian yang mandiri, bermanfaat, dan memiliki nilai ekonomi saat kembali ke tengah masyarakat,” tutur Nober Hasanda. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Geser
What's Your Reaction?


