Dukung Penanganan Overcrowding, Lapas Perempuan Malang Gelar Screening Awal Warga Binaan

Dukung Penanganan Overcrowding, Lapas Perempuan Malang Gelar Screening Awal Warga Binaan

Malang, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang bergerak cepat mendukung program Presiden RI dalam mengurangi permasalahan overcrowding. Pada Rabu (7/10). Lapas Perempuan Malang gelar screening awal terhadap 100 Warga Binaan dengan fokus rentang usia produktif 18 hingga 45 tahun.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah pengawasan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik, Rubiniza, serta dikoordinasikan langsung oleh Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Dian Ekawaty. Penilaian teknis di lapangan melibatkan sejumlah petugas lapas yang tergabung dalam Tim Asesor Internal Lapas Perempuan Malang guna memilah Warga Binaan untuk program rehabilitasi maupun re-edukasi secara akurat.

Dari hasil screening terhadap 100 Warga Binaan yang diajukan, 31 Warga Binaan kasus narkotika diarahkan masuk ke program rehabilitasi yang nantinya disinergikan dengan program ketahanan pangan, perikanan, dan perkebunan. Sementara itu, 69 Warga Binaan kasus pidana umum masuk ke program re-edukasi setelah melewati kriteria seleksi ketat yang mengecualikan tindak pidana korupsi, kekerasan seksual, dan terorisme.

Dian menegaskan langkah ini merupakan komitmen Lapas Perempuan Malang dalam menyukseskan kebijakan nasional pengentasan overcrowding.  "Warga Binaan yang memenuhi kriteria nantinya akan disalurkan ke dalam program rehabilitasi dan re-edukasi. Khususnya pada program rehabilitasi, para Warga Binaan akan kita libatkan secara langsung dalam kegiatan ketahanan pangan, perikanan, perkebunan, dan lainnya agar memiliki bekal mandiri," terangnya.

Mewakili Tim Asesor Lapas Perempuan Malang, Cita Rimbawati menekankan pentingnya keterbukan dan kerja sama Warga Binaan selama proses asesmen berlangsung. "Proses asesmen ini dilakukan secara objektif oleh tim asesor untuk menggali kondisi psikologis dan latar belakang Warga Binaan. Keterbukaan dari 100 Warga Binaan yang kita periksa hari ini menjadi kunci utama bagi kami dalam menentukan apakah mereka membutuhkan intervensi medis/psikologis melalui rehabilitasi, atau pemulihan pola pikir melalui re-edukasi," tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Perempuan Malang terus memperkuat perannya dalam menghadirkan program pembinaan berbasis kebutuhan individu guna menciptakan lingkungan Lapas yang sehat, aman, dan produktif. (IR)

 

 

Kontributor: LPP Malang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0