Dukung Quick Win Presiden RI, Lapas Malang Gelar Skrining TBC Terintegrasi CKG
Malang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dan bermitra dengan Stop TB Partnership Indonesia gelar Skrining Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis, Senin (12/10). Kegiatan yang berlangsung di Klinik Lapas Malang tersebut menyasar 200 Warga Binaan dan 23 petugas sebagaui percepatan penemuan kasus TBC melalui pemeriksaan kesehatan secara aktif sekaligus mendukung Program Hasil Terbaik Cepat Presiden RI dalam penanggulangan TBC.
Pemeriksaan dilaksanakan secara bertahap dengan mengacu pada daftar peserta yang telah disiapkan. Rangkaian kegiatan meliputi registrasi, skrining gejala, pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan menggunakan mobile X-Ray, pembacaan hasil dan konseling oleh dokter, dan pemeriksaan laboratorium untuk tindak lanjut sesuai kebutuhan medis. Pelaksanaannya dipantau langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, bersama Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Agung Sulistyo.
Agung menyampaikan apresiasi kepada Dinkes Kota Malang atas konsistensi dan kesigapannya dalam menjalin kolaborasi pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan. Kegiatan ini merupakan komitmen Lapas Malang dalam memenuhi hak kesehatan Warga Binaan sekaligus mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kolaborasi ini sangat berarti dalam memperluas akses pemeriksaan, memperkuat deteksi dini, dan memastikan Warga Binaan mendapatkan tindak lanjut medis sesuai kebutuhan,” ujar Agung.
Sementara itu, Meifta Eti Winindar selaku Kanid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Malang menjelaskan kegiatan ini merupakan percepatan pelacakan TBC sekaligus upaya memperluas akses pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya Warga Binaan. Menurutnya, pemeriksaan kali ini memiliki pendekatan berbeda dibandingkan kegiatan VCT mobile yang selama ini dilaksanakan karena dilengkapi pemeriksaan menggunakan mobile X-Ray untuk membantu skrining TBC.
“Dengan dukungan pemeriksaan mobile X-Ray, proses skrining diharapkan membantu menemukan indikasi TBC lebih dini sehingga peserta yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan segera ditindaklanjuti,” harap Meifta.
Pengalaman mengikuti pemeriksaan juga dirasakan oleh salah seorang Warga Binaan berinisial S. Ia sempat merasa takut sebelum menjalani pemeriksaan karena khawatir terhadap kondisi kesehatannya. Setelah menerima penjelasan mengenai hasil pemeriksaan yang menunjukkan kondisi baik dan tidak ditemukan indikasi yang mengkhawatirkan pada pemeriksaan tersebut, ia merasa lega dan bersyukur.
“Awalnya saya takut saat akan diperiksa, khawatir ada penyakit yang tidak saya ketahui. Setelah menjalani pemeriksaan dan mendapat penjelasan bahwa hasilnya baik, saya merasa lega dan bersyukur. Saya jadi lebih tenang dan sadar pemeriksaan kesehatan seperti ini penting untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini,” ungkap S.
Melalui kegiatan ini, Lapas Malang berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan humanis dan profesional, serta mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan Pemasyarakatan. (IR)
Kontributor: Lapas Malang
What's Your Reaction?


