Panen 50 Kilogram Pakcoy Hidroponik, Lapas Narkotika Pangkalpinang Perkuat Pembinaan Kemandirian
Pangkalpinang, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang terus kembangkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian hidroponik. Hal ini diwujudkan melalui panen sawi pakcoy di area brandgang dalam Lapas yang menghasilkan 50 kilogram, Senin (12/10).
Panen sawi pakcoy hidroponik merupakan upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas menjadi kegiatan yang produktif. Melalui program ini, Warga Binaan didorong untuk terlibat dalam proses budidaya, mulai dari perawatan tanaman hingga masa panen, sehingga memahami tahapan pertanian secara langsung.
Kepala Narkotika Pangkalpinang, Mufakhom, pertanian hidroponik memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan komoditas pangan. Program tersebut menjadi wadah pembelajaran untuk menumbuhkan keterampilan, kedisiplinan, dan tanggung jawab Warga Binaan.
“Panen pakcoy hidroponik ini menjadi bukti program pembinaan kemandirian dapat menghasilkan kegiatan produktif dan bermanfaat. Kami ingin Warga Binaan memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan membangun bekal kemandirian yang dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat,” ujar Mufakhom.
Hasil panen tersebut turut mendukung upaya penguatan ketahanan pangan di lingkungan Lapas. Untuk menjaga keberlanjutan produksi, perawatan tanaman akan terus dilakukan secara rutin, meliputi pengecekan kondisi tanaman, pengontrolan nutrisi dan kualitas air, serta penanaman kembali agar budidaya hidroponik menghasilkan panen berkesinambungan.
Salah seorang Warga Binaan berinisial DM mengungkapkan kegiatan hidroponik memberikan pengalaman baru dalam mempelajari proses budidaya tanaman. Keterlibatan dalam kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Saya belajar bagaimana merawat tanaman hidroponik hingga siap dipanen. Pengalaman ini sangat bermanfaat bagi saya serta menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan yang bisa digunakan ketika kembali ke masyarakat,” ungkap DM.
Pengembangan pertanian hidroponik melalui program SAE menjadi upaya Lapas Narkotika Pangkalpinang dalam mengoptimalkan potensi yang tersedia. Dengan pendampingan dan pengelolaan yang berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas keterampilan Warga Binaan di bidang pertanian. Dari kegiatan pertanian, Warga Binaan diharapkan memperoleh keterampilan, pengalaman, dan semangat kemandirian sebagai bekal untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: LPN Pangkalpinang
What's Your Reaction?


