Enam Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Jalani Pendidikan Kesetaraan
Sigi, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu kembali laksanakan program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi enam Warga Binaa, Selasa (4/8). Kegiatan yang dipusatkan di ruang belajar subseksi pembinaan tersebut merupakan pembinaan kepribadian yang bertujuan memberikan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan.
Enam Warga Binaa yang mengikuti program tersebut terdiri atas satu peserta Paket A, dua peserta Paket B, dan tiga peserta Paket C. Program pendidikan kesetaraan ini terselenggara melalui kerja sama antara Lapas Perempuan Palu dengan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sigi, dengan dukungan sembilan tutor dari SKB dan empat petugas Lapas Perempuan Palu yang turut mendampingi jalannya proses pembelajaran.
Staf Subseksi Pembinaan, Sridani, menjelaskan proses pembelajaran dilaksanakan secara terjadwal dengan menghadirkan tenaga pengajar dari SKB Kabupaten Sigi secara bergantian sesuai mata pelajaran yang diajarkan. "Para tutor hadir secara bergiliran sesuai jadwal yang telah disusun. Materi yang diberikan cukup beragam, mulai dari Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial hingga mata pelajaran lainnya sesuai kurikulum pendidikan kesetaraan. Kami berharap seluruh peserta mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga memperoleh bekal ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan mereka ke depan," harapnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Ria Patricia, menyampaikan pendidikan merupakan salah satu hak dasar Warga Binaa yang harus terus dipenuhi sebagai proses pembinaan di Lapas. Ia menambahkan keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kepatuhan Warga Binaa selama menjalani masa pidana, tetapi juga dari sejauh mana mereka mengalami perubahan positif dan memiliki kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan secara produktif di tengah masyarakat.
"Program pendidikan kesetaraan ini menjadi salah satu komitmen kami dalam memenuhi hak Warga Binaa untuk memperoleh pendidikan. Kami ingin memastikan mereka tetap memiliki kesempatan menyelesaikan jenjang pendidikan yang sempat tertunda sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka memiliki bekal yang lebih baik, baik dari sisi pengetahuan maupun kepercayaan diri," ungkap Ria.
Salah seorang Warga Binaa berinisial GE bersyukur mengikuti pendidikan kesetaraan yang difasilitasi pihak Lapas. Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki masa depan.
"Saya ingin menyelesaikan dengan baik agar nanti setelah bebas memiliki bekal untuk melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan yang lebih baik," tutur GE.
Melalui program pendidikan kesetaraan ini, Lapas Perempuan Palu terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Diharapkan, program ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi Warga Binaa untuk memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar, membangun karakter positif, serta mempersiapkan mereka agar kembali diterima dan berkontribusi secara produktif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: LPP Palu
What's Your Reaction?


