Gandeng TNI-Polri, Lapas Wahai Gelar Razia Blok Hunian Wujudkan Zero Halinar
Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai perkuat upaya pemberantasan peredaran narkoba dan barang terlarang di dalam Lapas lewat penggeledahan di seluruh blok hunian Warga Binaan, Jumat (8/5). Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama aparat penegak hukum (APH) dari Polsek Wahai dan Koramil 1502-05 Wahai sebagai bentuk implementasi Ikrar Zero Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Halinar) yang telah dicanangkan jajaran Pemasyarakatan.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan bahwa razia gabungan tersebut merupakan bentuk keseriusan Lapas Wahai dalam menjaga lingkungan Pemasyarakatan tetap aman dan bersih dari barang terlarang.
“Razia gabungan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pesan tegas bahwa kami tidak main-main dengan komitmen Zero Halinar. Sinergi dengan rekan-rekan TNI dan Polri memastikan pengawasan berjalan objektif dan kondusif,” ujar La Joi.
Dukungan juga disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Sektor (Wakapolsek) Wahai, Rerung Layuk. Menurutnya, keterlibatan Polri merupakan bentuk dukungan terhadap upaya menjaga keamanan dan mencegah tindak kriminalitas yang dikendalikan dari dalam Lapas.
“Kami mengapresiasi langkah progresif Lapas Wahai. Sinergi ini penting untuk memastikan lapas bersih dari peredaran narkoba maupun alat komunikasi ilegal yang berpotensi digunakan untuk mengendalikan kriminalitas dari dalam. Kami siap mendukung sterilisasi ini demi keamanan wilayah Wahai,” tegas Rerung.
Sementara itu, perwakilan Koramil 1502-05 Wahai, Sersan Kepala (Serka) Hamim Baadia, menilai kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah.
“Kehadiran personel Koramil merupakan bagian dari tugas membantu pengamanan wilayah. Kami melihat proses penggeledahan berjalan tertib dan humanis. Komitmen Zero Halinar ini sejalan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan nasional,” ungkap Hamim.
Selama kegiatan berlangsung, petugas menyisir setiap sudut kamar hunian, mulai dari ventilasi, kolong tempat tidur, hingga lemari pakaian Warga Binaan. Pemeriksaan dilakukan secara humanis dan tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP).
Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang terlarang, di antaranya 2 set kartu domino, 1 botol kaca, 1 gagang pintu, 1 baterai, dan 1 korek api. Barang-barang tersebut kemudian didata untuk dimusnahkan.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Usman Bakri, menegaskan bahwa pengawasan dan razia rutin akan terus dilakukan demi menjaga integritas Pemasyarakatan.
“Kami akan terus konsisten. Ikrar Zero Halinar bukan hanya slogan, tetapi komitmen yang harus dijaga demi integritas Pemasyarakatan dan keamanan wilayah Wahai,” ucap Usman.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut mengapresiasi sinergi antara Lapas Wahai dengan TNI dan Polri dalam menjaga keamanan lingkungan Lapas.
“Sinergitas antara Lapas dengan TNI dan Polri merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan. Kehadiran APH dalam razia ini membuktikan bahwa pengawasan di Lapas Wahai dilakukan secara transparan dan akuntabel,” ujar Ricky.
Melalui razia rutin bersama aparat penegak hukum, Lapas Wahai berharap lingkungan Lapas tetap kondusif sehingga mendukung proses pembinaan Warga Binaan secara optimal. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Wahai
What's Your Reaction?


