Gema Selawat di Masjid At-Taubah, Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun Khusyuk Berdoa
Madiun, INFO_PAS – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun saat Warga Binaan panjatkan doa bersama dan selawat. Kegiatan berlangsung khidmat dengan diiringi lantunan selawat yang menggema di Masjid At-Taubah, Rabu (7/10).
Kegiatan ini diikuti Warga Binaan dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan. Melalui doa bersama dan lantunan selawat, Warga Binaan diajak untuk makin memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Suasana makin syahdu dengan penampilan hadrah yang dimainkan langsung oleh Warga Binaan. Alunan rebana dan lantunan selawat menjadi pembinaan kepribadian sekaligus menjadi wadah bagi Warga Binaan untuk menyalurkan potensi dan kreativitas dalam kegiatan keagamaan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menyampaikan pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Kegiatan seperti doa bersama dan selawatan diharapkan memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi pengingat bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri.
Rudi menambahkan keterlibatan Warga Binaan dalam kelompok hadroh juga merupakan bentuk pembinaan yang positif. Selain memperkuat kegiatan keagamaan, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat dan membangun rasa percaya diri.
“Kami ingin Masjid At-Taubah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk mendapatkan ketenangan, memperkuat keimanan dan membangun kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami berharap nilai-nilai positif terus tumbuh dalam diri Warga Binaan,” harap Rudi.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial B senang mengikuti kegiatan doa bersama dan selawatan. Baginya, kegiatan tersebut memberikan suasana menenangkan sekaligus menjadi kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.
“Saya merasa lebih tenang setelah mengikuti doa dan selawatan bersama. Apalagi, kami bisa ikut berselawat dan bermain hadroh bersama teman-teman. Kegiatan seperti ini membuat kami lebih semangat untuk memperbaiki diri dan menjalani pembinaan dengan baik,” ungkap B.
Kegiatan berlangsung dengan tertib hingga selesai. Lantunan selawat dan doa bersama menjadi pengingat bahwa di balik proses pembinaan, setiap Warga Binaan memiliki kesempatan untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik. (IR)
Kontributor: Lapas Pemuda Madiun
What's Your Reaction?


