Perkuat Pembinaan Kerohanian, Lapas Wahai dan KUA Seram Utara Teken PKS
Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai jalin kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Seram Utara melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pembinaan Kerohanian Islam bagi Warga Binaan, Selasa (20/10). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor KUA Seram Utara di Wahai.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, bersama Kepala KUA Seram Utara, Muhammad Basirudin. Kerja sama ini bertujuan mendukung pembinaan kerohanian agar Warga Binaan dapat meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta membangun kesadaran diri selama menjalani masa pidana.
Melalui perjanjian tersebut, kedua pihak sepakat laksanakan sejumlah kegiatan pembinaan, meliputi bimbingan baca tulis Al-Qur’an, bimbingan ibadah praktis seperti salat dan wudu, penyuluhan serta ceramah keagamaan, pembinaan akhlak dan moral, konseling rohani dan spiritual, peringatan hari besar Islam, serta salat berjemaah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Tersih Victor Noya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang menyeluruh bagi Warga Binaan, baik melalui pembinaan kemandirian maupun penguatan mental dan spiritual.
“Pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan kepribadian Warga Binaan. Kami berharap melalui kerja sama dengan KUA Seram Utara, Warga Binaan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat. Kami juga mengapresiasi dukungan KUA Seram Utara dalam mendukung pelaksanaan pembinaan di Lapas Wahai,” ujar Tersih.
Sementara itu, Muhammad Basirudin tegaskan bahwa pembinaan kerohanian tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri bagi Warga Binaan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Pembinaan yang kami lakukan melalui nasihat rohani menjadi momentum bagi setiap orang untuk memperbaiki diri. Melalui bimbingan keagamaan, kami berharap Warga Binaan dapat mengambil hikmah dari setiap pengalaman, memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta membangun keyakinan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ungkap Basirudin.
PKS yang berlaku selama dua tahun ke depan ini diharapkan memperkuat koordinasi antara Lapas Wahai dan KUA Seram Utara dalam penyelenggaraan pembinaan yang humanis dan berkesinambungan serta mendukung perubahan perilaku Warga Binaan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, dukungan instansi terkait menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembinaan Warga Binaan, termasuk dalam aspek spiritual dan pembentukan karakter.
“Kami berharap kerja sama antara Lapas Wahai dan KUA Seram Utara dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Dengan demikian, pembinaan Pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan hak selama menjalani pidana, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keagamaan, perbaikan diri, serta kesiapan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab,” tutup Ricky. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Wahai
What's Your Reaction?


