Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun Perkuat Iman dan Perbaiki Diri lewat Pengajian Rutin

Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun Perkuat Iman dan Perbaiki Diri lewat Pengajian Rutin

Madiun, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus bentuk karakter dan meningkatkan kualitas spiritual Warga Binaan melalui pembinaan kepribadian berupa pengajian rutin. Kegiatan tersebut digelar pada Selasa (20/10) dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan di Masjid At-Taubah Lapas.

Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, menegaskan pengajian rutin merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian untuk membangun kesadaran diri, memperkuat keimanan, dan menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan Warga Binaan. “Pembinaan bukan hanya tentang keterampilan dan kemandirian, tetapi juga tentang membentuk karakter dan memperkuat keimanan. Kami berharap melalui pengajian rutin ini, Warga Binaan mengambil hikmah, memperbaiki diri, dan menumbuhkan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” harapnya.

Pengajian yang menjadi agenda pembinaan kerohanian ini menghadirkan penceramah dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, yakni Ustaz Subagiyono. Kegiatan diawali dengan finger atau pemindaian sidik jari yang terintegrasi langsung dengan Sistem Database Pemasyarakatan sebagai pencatatan kehadiran Warga Binaan dalam mengikuti kegiatan pembinaan kepribadian.

Dalam tausiahnya, Ustaz Subagiyono mengajak seluruh Warga Binaan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Swt., memperbaiki diri, dan menjadikan setiap pengalaman hidup sebagai pelajaran berharga. Masa lalu tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik selama terdapat kemauan untuk bertobat dan memperbaiki kesalahan.

“Jangan pernah merasa bahwa masa lalu menutup kesempatan kita untuk menjadi lebih baik. Selama masih diberi kehidupan, selalu ada kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Jadikan setiap kesalahan sebagai pelajaran agar kita tidak mengulanginya di kemudian hari,” pesan Ustaz Subagiyono.

Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial A bersyukur dapat mengikuti pengajian yang memberinya kesempatan untuk belajar agama sekaligus melakukan introspeksi diri. “Saya merasa diingatkan untuk terus memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan di masa lalu. Saya ingin memanfaatkan waktu selama menjalani pembinaan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik, memperkuat ibadah, serta mempersiapkan diri agar kembali ke keluarga dan masyarakat dengan membawa perubahan positif,” ungkapnya.

Melalui pengajian rutin, Lapas Pemuda Madiun berharap nilai-nilai keagamaan makin tertanam dalam diri Warga Binaan sehingga membangun kesadaran untuk berubah, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan sikap dan perilaku positif sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Pemuda Madiun

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0