Hadiri APCCA di Seoul, Delegasi Lapas Kelas I Tangerang Perkaya Gagasan Pembinaan Narapidana

Hadiri APCCA di Seoul, Delegasi Lapas Kelas I Tangerang Perkaya Gagasan Pembinaan Narapidana

Seoul, IFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang peroleh perspektif baru dalam pembinaan Narapidana setelah ambil bagian dalam The 43rd Asian and Pacific Conference of Correctional Administrators (APCCA) bertema “Correctional Leadership and Cooperation for Safer Communities” di Seoul, Korea Selatan, Minggu (9/11) hingga Kamis (13/11). Forum ini menjadi ruang strategis bagi Pemasyarakatan untuk melihat langsung bagaimana berbagai negara membangun sistem Pemasyarakatan yang lebih adaptif, inovatif, dan berpihak pada pemulihan Narapidana.

Lapas Kelas I Tangerang mengirimkan Kepala Bidang Pembinaan Narapidana, Dwi Fu’ad Jamali, yang menjadi bagian dari delegasi resmi Indonesia di bawah pimpinan Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan, Maulidi Hilal. Keikutsertaan ini membuka peluang pertukaran gagasan dan mendorong pengayaan metode pembinaan yang dapat diadaptasi ke dalam praktik Pemasyarakatan nasional.

Konferensi yang digelar di The Shilla Seoul dibuka dengan seremoni resmi yang dihadiri Menteri Kehakiman Republik Korea. Selama konferensi, para delegasi membahas beragam isu koreksi terkini, mulai dari tantangan lembaga pemasyarakatan, penguatan kerja sama internasional, hingga pendekatan untuk kelompok rentan dan strategi pencegahan residivisme bagi Narapidana dengan latar adiksi.

Selain sesi diskusi, delegasi mengikuti kunjungan lapangan ke Hwaseong Vocational Training Correctional Institution dan Seoul Dongbu Detention Center. Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat mengamati langsung pembinaan vokasional, program kerja berbasis kompetensi, hingga kesiapsiagaan petugas melalui demonstrasi CERT Korea Selatan.

Dwi Fu’ad Jamali menjelaskan praktik di Korea Selatan memberi inspirasi untuk memperkuat pembinaan yang lebih terarah dan humanis. “Pelatihan vokasional yang terstruktur serta pendekatan rehabilitatif di sini memberi kami gambaran konkret bagaimana pembinaan bisa benar-benar mengubah hidup Narapidana,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Tangerang, Beni Hidayat, menyampaikan  hasil dari konferensi ini akan menjadi bahan perumusan peningkatan layanan pembinaan. “Banyak pendekatan baru yang bisa kami adaptasi untuk memperkuat kualitas pembinaan di Lapas. Forum ini membuka cara pandang baru soal rehabilitasi dan kemandirian Narapidana,” ujarnya.

Pada penutupan konferensi, Indonesia menerima bendera APCCA sebagai tanda akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan APCCA ke-44 pada 2026. Penyerahan tersebut menandai kepercayaan internasional terhadap kapasitas Indonesia dalam memimpin kerja sama Pemasyarakatan regional.

Keikutsertaan Lapas Kelas I Tangerang dalam APCCA ke-43 diharapkan memperkaya perspektif pembinaan Narapidana di Indonesia. Wawasan yang diperoleh akan mendorong pembinaan yang lebih modern, relevan, dan berorientasi pada pemulihan, sejalan dengan arah transformasi Pemasyarakatan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas I Tangerang

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0