Hasil Budidaya Terserap, SAE 2 Lapas Banjarmasin Panen 11 Kg Lele

Hasil Budidaya Terserap, SAE 2 Lapas Banjarmasin Panen 11 Kg Lele

Banjarmasin, INFO_PAS – Kegiatan budidaya perikanan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 2 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali menghasilkan. Kamis (20/8), sebanyak 11 kilogram ikan lele dipanen sesuai pesanan keluarga Warga Binaan sehingga hasil budidaya dapat langsung diterima dalam kondisi segar.

Panen dilakukan setelah adanya permintaan dari keluarga Warga Binaan yang berkunjung. Lele yang telah mencapai ukuran siap panen diambil sesuai jumlah pesanan sehingga hasil budidaya langsung terserap tanpa perlu disimpan setelah dipanen.

Sebelum dipanen, lele dipelihara secara rutin oleh Warga Binaan dengan pendampingan petugas Kegiatan Kerja (Giatja). Perawatan dilakukan melalui pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan, serta menjaga kebersihan kolam hingga ikan mencapai ukuran siap konsumsi.

Keluarga Warga Binaan, Sari (nama samaran), mengatakan dirinya memilih memesan lele hasil budidaya SAE 2 karena dapat memperoleh ikan yang baru dipanen sesuai kebutuhan.

“Saya pesan karena pas butuh langsung bisa dipanen, jadi ikannya masih segar. Sekalian juga mendukung hasil kegiatan di sini. Kalau nanti butuh lagi dan ada stoknya, saya pesan lagi,” ujar Sari.

Bagi Warga Binaan yang terlibat, pola panen berdasarkan pesanan memberikan pengalaman bahwa kegiatan budidaya tidak berhenti pada proses pemeliharaan. Mereka juga belajar memahami kebutuhan konsumen dan melihat langsung hasil dari keterampilan yang dikerjakan selama proses budidaya.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Banjarmasin, Obi Noverianda, mengatakan pertumbuhan ikan terus dipantau hingga mencapai ukuran siap panen agar hasil budidaya dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Kami terus memantau pertumbuhan ikan sampai mencapai ukuran yang siap dipanen. Ketika ada pesanan, ikan dapat dipanen sesuai kebutuhan sehingga hasil budidaya bisa langsung dimanfaatkan,” jelasnya.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan terserapnya hasil panen jadi dorongan untuk terus menjaga kualitas dan keberlanjutan kegiatan budidaya.

“Ketika ada pesanan dan ikan bisa dipanen sesuai kebutuhan, Warga Binaan dapat melihat langsung bahwa keterampilan yang mereka pelajari memiliki nilai ekonomi. Ini menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas dan keberlanjutan budidaya,” ujarnya.

Panen 11 kilogram lele tersebut jadi salah satu hasil kegiatan produktif di SAE 2 Lapas Banjarmasin. Selain jadi sarana pembelajaran keterampilan perikanan, kegiatan ini memperlihatkan hasil kerja Warga Binaan dapat terserap secara langsung dan memiliki nilai guna bagi konsumen.

SAE 2 tidak hanya menjadi tempat Warga Binaan belajar memelihara ikan, tetapi juga ruang untuk memahami rangkaian kegiatan produktif, mulai dari pemeliharaan, panen, hingga pemenuhan kebutuhan konsumen sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0