Ibadah Rutin Bulanan Kuatkan Iman Warga Binaan Kristiani Lapas Banjarmasin
Banjarmasin, INFO_PAS – Di tengah proses pembinaan, Warga Binaan Kristiani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus dikuatkan untuk menjaga iman dan harapan melalui pembinaan keagamaan. Hal tersebut tercermin dalam Ibadah Rutin Bulanan Pelayanan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) yang berlangsung di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Rabu (19/8).
Ibadah diikuti Warga Binaan Kristiani bersama Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin. Rangkaian kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan Pdt. Jonathan Marco F. Simanjuntak, S.Th.
Mengangkat firman Tuhan dari Kitab Kejadian 39:20–23, Pdt. Jonathan ajak Warga Binaan melihat setiap keadaan sebagai bagian dari proses kehidupan yang tetap berada dalam penyertaan Tuhan. Kisah Yusuf yang tetap disertai Tuhan meskipun berada dalam keadaan sulit jadi pengingat bahwa keterbatasan bukan alasan untuk kehilangan iman, harapan, dan semangat memperbaiki diri.

“Kejadian 39 mengajarkan kepada kita bahwa keadaan yang rendah bukan berarti Tuhan meninggalkan kita. Yusuf tetap berada dalam penyertaan Tuhan meskipun harus menghadapi keadaan yang tidak mudah. Karena itu, apa pun situasi yang sedang kita jalani, tetaplah percaya, setia, dan lakukan setiap pekerjaan dengan sungguh-sungguh. Tuhan melihat kesetiaan kita dan akan menyertai setiap langkah yang kita jalani,” ujar Pdt. Jonathan.
Pesan tersebut memiliki makna tersendiri bagi Warga Binaan, B, yang mengaku semakin diteguhkan untuk mempertahankan kepercayaannya kepada Tuhan dalam setiap keadaan.
“Apa pun situasi dan keadaan saya, saya tetap percaya Tuhan selalu menyertai setiap langkah hidup saya. Amin,” ungkap B.
Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, turut ingatkan bahwa iman perlu diwujudkan melalui tanggung jawab dalam menjalankan setiap pekerjaan dan amanah yang diberikan.
“Lakukan setiap tugas sekecil apa pun dengan penuh tanggung jawab, seolah-olah kita mengerjakannya untuk Tuhan, bukan hanya untuk manusia. Amin,” ujarnya.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan jadi salah satu bagian penting dalam membangun karakter dan mental Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Melalui pembinaan keagamaan, kami berharap Warga Binaan semakin memiliki keteguhan iman, mampu mengambil hikmah dari setiap proses yang dijalani, dan terus membangun pribadi yang lebih baik. Keterbatasan tidak boleh membatasi seseorang untuk bertumbuh dan memperbaiki diri,” tutur Akhmad Herriansyah.
Menurutnya, kegiatan ibadah juga jadi ruang bagi Warga Binaan untuk melakukan refleksi, menumbuhkan harapan, serta membangun kesiapan mental dan spiritual sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Melalui pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Banjarmasin dorong Warga Binaan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri, memperkuat iman, dan menata kembali langkah menuju kehidupan yang lebih baik. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


