Ibadah Virtual bersama Sungai Kehidupan Ministry, Warga Binaan Kristiani Lapas Banjarmasin Diajak Tetap Percaya saat Terjepit
Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan Kristiani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin ikuti ibadah virtual bersama Sungai Kehidupan Ministry Jakarta, Senin (12/10). Bertempat di Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, ibadah ini menjadi sarana pembinaan kerohanian untuk memperkuat iman dan menumbuhkan pengharapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, menyampaikan iman perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Lakukan tindakan iman yang nyata. Mulailah melangkah, merencanakan, atau bekerja dengan jujur sesuai kehendak Tuhan meskipun belum melihat hasil akhirnya secara jelas. Mukjizat dan jalan keluar sering kali terjadi saat kita sedang melangkah, bukan saat kita diam meratap,” ungkapnya.
Dalam kesematan itu, ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan, dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan Ps. Finish Winarto. Mengangkat tema “Saat Terjepit” berdasarkan Kitab Keluaran 14:10–22, khutbah tersebut mengajak jemaat untuk tetap tenang, berserah kepada Tuhan, dan percaya jalan keluar dapat hadir melalui cara yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia.
Renungan tersebut menekankan ketenangan batin merupakan langkah awal untuk berpikir jernih dan mendengarkan tuntunan Tuhan. Setiap orang perlu melakukan bagian dan tanggung jawabnya dengan maksimal seraya menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan dengan penuh kepercayaan.
Ps. Finish dalam khutbahnya mengingatkan jemaat agar tidak membiarkan ketakutan menguasai hati dan pikiran ketika menghadapi situasi sulit. Melalui kisah bangsa Israel saat terjepit di hadapan Laut Teberau, ia menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan tetap berpegang pada iman.
“Ketika kita berada dalam situasi terjepit, jangan biarkan ketakutan menguasai hati dan pikiran kita. Tetaplah tenang, dengarkan tuntunan Tuhan, dan lakukan bagian kita dengan maksimal. Kita mungkin belum melihat jalan keluar, tetapi percayalah Tuhan sanggup membuka jalan dengan cara yang tidak pernah kita pikirkan. Tugas kita adalah tetap melangkah dalam iman dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan,” ujar Ps. Finish.
Pesan tersebut memberikan penguatan bagi Warga Binaan untuk tetap memiliki pengharapan sekalipun berada dalam keadaan yang tidak mudah. Salah seorang Warga Binaan berinisial DVD mengungkapkan ibadah tersebut makin menguatkan keyakinannya akan perlindungan Tuhan dalam menghadapi masa-masa sulit. “Di tengah masa-masa gelap sekalipun, Tuhan selalu membatasi kuasa jahat atau masalah agar tidak benar-benar menghancurkan hidup saya. Saya yakin akan perlindungan-Nya setiap hari,” tuturnya.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan memperkuat mental Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan. “Kami berkomitmen mendukung pelaksanaan ibadah bagi Warga Binaan sesuai agama dan kepercayaannya. Kami berharap kegiatan kerohanian seperti ini memperkuat iman, menumbuhkan harapan, serta menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” harapnya.
Melalui ibadah rutin ini, Lapas Banjarmasin terus mendorong Warga Binaan untuk menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai landasan dalam menjalani kehidupan. Penguatan iman dan pengharapan diharapkan menumbuhkan ketenangan, keteguhan hati, dan semangat untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


