Inovasi Aplikasi Karya Peserta Magang Bapas Ambon Dorong Pelayanan Publik Lebih Modern
Ambon, INFO_PAS – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik terus dilakukan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon melalui sentuhan inovasi digital. Kali ini, terobosan datang dari para peserta magang yang berhasil merancang tiga aplikasi berbasis digital guna memperkuat sistem administrasi dan pelayanan kepada masyarakat. Inovasi tersebut meliputi pengembangan sistem digital buku registrasi dan surat keluar, digitalisasi buku tamu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta portal serah terima digital.
Ketiga inovasi ini dipresentasikan pada Kamis (30/4) di hadapan seluruh petugas Bapas Ambon. Masing-masing kelompok memaparkan fungsi, keunggulan, serta dampak dari aplikasi yang mereka kembangkan yang secara umum bertujuan menciptakan pelayanan yang lebih efektif, transparan, dan efisien.
Ketua peserta magang, Afrilia Sanaky, menjelaskan inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dalam meningkatkan ketertiban administrasi dan kemudahan akses layanan bagi petugas maupun masyarakat. Digitalisasi buku tamu PTSP memungkinkan pendataan pengunjung menjadi lebih tertata dan real-time, sementara portal serah terima digital membantu memastikan proses administrasi berjalan transparan dan terdokumentasi dengan baik.
“Di era digitalisasi seperti sekarang, kita membutuhkan sistem yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan mudah diakses. Aplikasi yang kami buat membantu petugas dalam pencatatan administrasi secara otomatis, meminimalisir kesalahan manual, dan memudahkan pengunjung dalam proses layanan tanpa harus menunggu lama,” jelas AFfrilia
Pelaksana Harian Kepala Bapas Ambon, Nasir Nurdin, memberikan apresiasi tinggi atas kreativitas dan kontribusi para peserta magang. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga kepedulian terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Inovasi ini sangat relevan dengan tuntutan zaman. Saya melihat ini bukan sekadar tugas magang, tetapi bentuk kontribusi nyata yang bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Ini menjadi langkah awal menuju sistem pelayanan yang lebih modern di Bapas Ambon,” ujar Nasir.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Urusan Tata Usaha, Arma Kolly. Ia menilai inovasi tersebut mampu menjawab berbagai tantangan administrasi yang selama ini dihadapi.
“Selama ini kita masih menghadapi kendala dalam pengelolaan administrasi secara manual. Dengan adanya sistem digital ini, pekerjaan menjadi lebih cepat, tertib, dan mudah dilacak. Ini sangat membantu dalam meningkatkan akuntabilitas dan kualitas pelayanan,” tutur Arma.
Dengan hadirnya tiga inovasi digital ini, Bapas Ambon menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi menuju pelayanan publik yang lebih modern dan responsif. Inisiatif para peserta magang ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga dikembangkan lebih lanjut sebagai sistem pelayanan berkelanjutan di masa depan. (IR)
Kontributor: Bapas Ambon
What's Your Reaction?


