Inovasi Peserta Magang Berbuah Manis, Lapas Luwuk Kembali Panen Delapas Kilogram Maggot
Luwuk, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali laksanakan panen maggot sebanyak delapan kilogram, Selasa (27/10. Kegiatan ini menjadi salah satu keberhasilan inovasi yang digagas peserta magang dalam mendukung program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Inovasi budi daya maggot ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah organik sekaligus memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai sumber pakan alternatif yang bernilai ekonomis. Panen maggot yang terus dilakukan berkelanjutan menunjukkan program ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kegiatan produktif di lingkungan Lapas. Selain mendukung pengelolaan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi Warga Binaan dalam mengembangkan keterampilan dan menumbuhkan kemandirian.
Nabila Qurata Ayunnisa selaku peserta magang sekaligus penggagas inovasi budi daya maggot menyampaikan program ini merupakan bentuk kontribusi nyata peserta magang dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi Lapas dan Warga Binaan. “Alhamdulillah, panen maggot sebanyak delapan kilogram ini menjadi hasil dari upaya yang dilakukan berkelanjutan. Saya berharap inovasi ini terus dikembangkan dan memberikan manfaat, baik dalam pengelolaan sampah organik maupun sebagai pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan berinisial M mengungkapkan budi daya maggot memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang bermanfaat. “Kami belajar bagaimana mengelola dan membudi dayakan maggot dengan baik. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi kami untuk terus belajar dan melakukan kegiatan positif selama menjalani masa pembinaan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Rudi Santoso, turut mengapresiasi inovasi yang telah digagas peserta magang dan keterlibatan Warga Binaan dalam kegiatan tersebut. Budi daya maggot merupakan salah satu langkah kreatif yang mendukung pelaksanaan pembinaan kemandirian di Lapas sekaligus mendorong pemanfaatan limbah organik secara lebih produktif.
“Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pengelolaan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan. Harapannya, program ini terus berkelanjutan dan dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat lebih luas,” harap Rudi.
Panen maggot ini menjadi bukti inovasi sederhana dapat memberikan dampak positif apabila dilaksanakan konsisten dan melibatkan berbagai pihak. Melalui program ini, Lapas Luwuk terus berupaya menghadirkan kegiatan pembinaan produktif, inovatif, dan berkelanjutan guna membekali Warga Binaan dengan keterampilan bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Luwuk
What's Your Reaction?


