Ibadah Gereja Katolik di Lapas Banjarmasin, Warga Binaan Diajak Maknai Kekuatan Doa
Banjarmasin, INFO_PAS – Warga Binaan Kristiani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin ikuti ibadah Gereja Katolik di Gereja Oikumene Lapas, Rabu (28/10). Mengangkat tema “Kekuatan Doa” berdasarkan Injil Matius 6:5–14, ibadah ini ajak jemaat membangun hubungan dengan Tuhan melalui doa yang tulus.
Ibadah dipimpin oleh Romo RD Albert Slamet melalui pujian, penyembahan, dan khotbah. Dalam pesannya, ia mengajak jemaat menyediakan waktu khusus untuk berdoa dan menyampaikan isi hati kepada Tuhan dengan jujur. Doa juga dapat jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak terbatas pada saat berada di gereja.
Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Ruth Civita Susanty, menyampaikan bahwa doa mengajarkan seseorang untuk menyerahkan kendali hidup kepada Tuhan dan menyelaraskan keinginan pribadi dengan kehendak-Nya.
“Melalui doa harian, kita belajar menyerahkan kontrol hidup kepada Tuhan. Doa bukan sekadar meminta Tuhan memenuhi semua keinginan kita, tetapi juga menjadi sarana untuk menyelaraskan rencana kita dengan kehendak-Nya,” ungkap Ruth.
Salah seorang Warga Binaan Kristiani, AV, mengungkapkan bahwa doa jadi cara untuk menyampaikan perasaan dan menghadapi tantangan selama menjalani masa pembinaan.
“Saya belajar kalau berdoa itu tidak harus memakai kata-kata yang rumit atau panjang. Saya bisa menyampaikan isi hati, kekhawatiran, dan kebutuhan saya kepada Tuhan dengan jujur. Setelah berdoa, saya merasa punya kekuatan untuk menjalani hari,” tutur AV.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam mendukung penguatan spiritual Warga Binaan.
“Kami berkomitmen memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya. Melalui pembinaan keagamaan, kami berharap mereka dapat memperkuat keimanan, membangun ketenangan batin, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


