Belajar Bikin Tempe, Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Disiapkan Punya Bekal Usaha

Belajar Bikin Tempe, Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Disiapkan Punya Bekal Usaha

Malang, INFO_PAS – Sebanyak 15 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang ikuti pelatihan pembuatan tempe bersama Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (27/10). Kegiatan ini beri kesempatan kepada peserta untuk mempelajari keterampilan pengolahan pangan yang berpotensi dikembangkan jadi usaha.

Pelatihan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 14.00 WIB tersebut dibimbing oleh tujuh mahasiswa dan seorang dosen UM. Peserta mempraktikkan tahapan pembuatan tempe, mulai dari pengolahan kedelai hingga penambahan ragi.

Staf Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Malang, Sulastianingsih, menjelaskan bahwa pelatihan berbasis praktik jadi salah satu cara untuk menambah keterampilan Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin Warga Binaan memiliki keterampilan yang bisa dipelajari dan dikembangkan. Harapannya, ilmu yang didapat tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengolahan kedelai menjadi tempe dapat jadi pilihan keterampilan karena prosesnya bisa dipelajari secara bertahap dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Dosen Universitas Negeri Malang, Rini Anggi Ariesta, turut mendampingi kegiatan bersama tujuh mahasiswa. Keterlibatan perguruan tinggi ini jadi sarana berbagi pengetahuan sekaligus mengenalkan proses pengolahan pangan secara langsung kepada Warga Binaan.

“Pelatihan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar melalui praktik. Dengan memahami setiap tahapan pembuatan tempe, mereka diharapkan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan lebih lanjut,” tuturnya.

Salah satu peserta, Indah, mengaku mendapat pengetahuan baru melalui pelatihan tersebut. Ia mengikuti setiap tahapan pembuatan tempe bersama peserta lainnya dengan pendampingan tim UM.

“Awalnya kami belajar dari bahan dasarnya terlebih dahulu. Dari kegiatan ini, saya jadi mengetahui bahwa membuat tempe membutuhkan proses dan ketelatenan. Semoga keterampilan seperti ini bisa bermanfaat bagi kami ke depannya,” ungkapnya. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Perempuan Malang

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0