Jamin Transparansi, Lapas Mojokerto Gelar Wawancara Virtual Program Magang Angkatan II 2026
Mojokerto, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto gelar seleksi peserta Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Tahun 2026 di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk penempatan di Lapas Mojokerto. Seleksi berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting dengan metode wawancara interaktif, Selasa (3/8).
Kegiatan dibuka Kepala Urusan Kepegawaian dan Keuangan, Aditya Galih, yang menyapa para peserta secara virtual. Untuk menjamin transparansi, asesmen turut libatkan seluruh pejabat struktural dan staf dari masing-masing bidang.
Aditya mengatakan kegiatan tersebut merupakan dukungan Lapas Mojokerto terhadap kebijakan nasional dalam menjembatani dunia pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Ia berharap seluruh peserta mengikuti wawancara dengan baik agar memperoleh kesempatan mengembangkan pengetahuan dan pengalaman di lingkungan Pemasyarakatan.
“Di era modernisasi ini, institusi Pemasyarakatan membutuhkan pasokan pemikiran segar, inovatif, dan adaptif dari generasi muda,” ujar Aditya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Lapas Mojokerto, Arifin Akhmad, mengatakan wawancara virtual bagian dari asesmen tambahan untuk menyaring peserta dengan kompetensi terbaik.
“Ini menjadi langkah strategis agar kami memastikan 17 peserta yang terpilih dari total formasi memiliki integritas, keahlian, dan kesiapan mental yang sesuai kebutuhan kami di Lapas Mojokerto,” ujar Arifin.
Salah seorang peserta, Wiwik Wulandari, mengapresiasi proses seleksi yang berlangsung transparan dan adil meski dilaksanakan secara virtual. Menurutnya, program tersebut jadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi melalui ide-ide inovatif.
“Ini adalah peluang terbaik bagi kami sebagai lulusan perguruan tinggi untuk menunjukkan kinerja nyata di lingkungan Lapas. Saya siap menunjukkan integritas dan kesiapan terbaik agar memenuhi kriteria yang dibutuhkan. Saya juga berharap bisa lolos agar dapat mendedikasikan kemampuan serta belajar langsung dari mentor di Lapas Mojokerto dalam mengimplementasikan ide dan inovasi baru,” tutur Wiwik.
Melalui program pemagangan ini, Lapas Mojokerto berharap dapat mendorong inovasi pelayanan publik, memperkuat tata kelola yang akuntabel dan transparan, serta mendukung terwujudnya Lapas sebagai pusat pembinaan Warga Binaan yang humanis dan produktif. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Mojokerto
What's Your Reaction?


