Jawara Beton Lapas Tangerang Tampil di Program Sustenesia KompasTV
Tangerang, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian Jawara Beton di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang kembali dapat perhatian media nasional. Tim Program Sustenesia (Sustainable Indonesia) KompasTV kunjungi Lapas Kelas I Tangerang untuk lihat langsung pengolahan limbah industri menjadi produk konstruksi bernilai ekonomi sekaligus sarana pembinaan Warga Binaan, Rabu (5/8).
Kunjungan tersebut disambut Kepala Lapas I Tangerang, Beni Hidayat, bersama jajaran pejabat struktural, didampingi Kepala Subdirektorat Kerja Sama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Apriyanti, beserta jajaran. Selama peliputan, tim KompasTV tinjau seluruh tahapan produksi di workshop Jawara Beton, mulai dari pengolahan bahan baku, pencampuran material, proses pencetakan, hingga menjadi berbagai produk konstruksi yang telah dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan. Tim juga lakukan wawancara dan pengambilan gambar aktivitas pembinaan Warga Binaan.
Peliputan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas I Tangerang tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian, tetapi juga bekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja yang produktif. Melalui pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA) menjadi produk konstruksi bernilai ekonomi, program ini turut memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Jawara Beton merupakan program pembinaan unggulan Lapas I Tangerang melalui inisiatif FABA EcoGreen sebagai implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sejak jalan pada Januari 2025, program tersebut telah olah 176 ton FABA dari PLTU Lontar menjadi paving block, batako, roster, kanstin, hingga panel Rumah Instan Sehat Aman (Risham), dengan libatkan 72 Warga Binaan.
Selain memperoleh keterampilan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat, Warga Binaan juga menerima upah sesuai hasil produksi serta perlindungan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Program tersebut tidak hanya bentuk keterampilan kerja, tetapi juga tanamkan kesadaran bahwa material yang sebelumnya dianggap limbah dapat olah menjadi produk bernilai ekonomi.
Beni Hidayat menegaskan tujuan utama pembinaan bukan semata menghasilkan produk, melainkan bentuk manusia yang lebih siap menjalani kehidupan setelah bebas.
"Yang kami bangun di sini bukan hanya produk konstruksi, tetapi juga harapan. Setiap paving block yang dihasilkan mencerminkan proses belajar, kerja keras, dan perubahan yang dijalani Warga Binaan. Ketika mereka kembali ke masyarakat, kami ingin yang mereka bawa bukan sekadar keterampilan, tetapi juga kepercayaan diri untuk memulai kehidupan yang lebih baik," ujar Beni.
Salah seorang Warga Binaan, TH, mengaku bersyukur dapat mengikuti Program Jawara Beton yang memberinya keterampilan sekaligus harapan untuk menata masa depan.
"Dulu saya tidak pernah membayangkan bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Di sini saya belajar bahwa setiap kesempatan bisa menjadi awal untuk berubah. Kami bekerja, belajar bertanggung jawab, dan mendapat upah yang bisa membantu keluarga di rumah. Itu membuat saya semakin yakin untuk menjalani hidup yang lebih baik setelah bebas nanti," tuturnya.
Melalui peliputan tersebut, Lapas I Tangerang berharap masyarakat dapat melihat bahwa pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga bekali Warga Binaan dengan keterampilan, pengalaman kerja, dan nilai-nilai kemandirian agar siap kembali menjadi pribadi yang produktif dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas I Tangerang
What's Your Reaction?


