Kalapas Piru Dorong Inovasi Bengkel Kerja, Tingkatkan Produktivitas dan Kualitas Hasil Karya Warga Binaan
Piru, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Piru, Hery Kusbandono, turun langsung ke bengkel kerja Lapas Piru untuk memberikan arahan kepada Warga Binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian, Rabu (8/7). Kalapas meninjau proses pembuatan berbagai produk hasil karya Warga Binaan, mulai dari mebel berupa meja dan kursi, kerajinan lukisan pasir, miniatur kapal, hingga produk kreatif stepping stone kustom. Ia memberikan evaluasi dan motivasi agar setiap produk yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik, inovatif, bernilai jual, dan dikerjakan secara efektif tanpa mengurangi standar mutu.
Hery menegaskan pembinaan kemandirian harus mampu membentuk karakter, etos kerja, dan meningkatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat. Menurutnya, kreativitas dan inovasi menjadi kunci dalam menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasaran.
"Pembinaan kemandirian bukan sekadar mengajarkan cara membuat sebuah produk, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, dan pola pikir yang kreatif. Saya berharap seluruh Warga Binaan terus meningkatkan kualitas hasil karya, memanfaatkan waktu secara efektif, serta menghadirkan inovasi agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing dan menjadi bekal untuk hidup mandiri setelah bebas nanti," harap Hery.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh. Ramdhan Basir, mengatakan arahan Kalapas menjadi motivasi bagi jajaran pembinaan untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan dan mengembangkan potensi Warga Binaan sesuai kebutuhan pasar. "Kami akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan agar setiap Warga Binaan mengembangkan keterampilan yang dimiliki. Fokus kami bukan hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi juga membangun budaya kerja yang disiplin, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan pasar sehingga hasil karya Warga Binaan memiliki nilai ekonomi yang makin tinggi," ujarnya.
Kegiatan ini merupakan implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan pembinaan kemandirian dan peningkatan kualitas produk hasil karya Warga Binaan. Selaras dengan semangat Pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat dan nilai-tata nilai PRIMA, Lapas Piru berkomitmen terus mengembangkan pembinaan produktif, inovatif, dan berkelanjutan sebagai bekal reintegrasi sosial Warga Binaan. (IR)
Kontributor: Lapas Piru
What's Your Reaction?


