Kalapas Watampone Jadi Narasumber di RRI Bone

 Watampone, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Watampone, Lukman Amin, hadir sebagai narasumber program Obrolan Rabu Radio Republik Indonesia (RRI) Bone, Rabu (15/8). Dlam pogram dialog interaktif ini Lukman coba memberikan pemahaman, transparansi tentang Lapas Watampone serta mengubah paradigma dan stigma masyarakat terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada kesempatan itu, Kalapas menjelaskan kepada pendengar setia RRI Bone tentang nilai kearifan lokal, yakni Sipakatu, Sipakalebbi, Sipakainge yang ia aktualisasikan pada konsep dasar pola pembinaan di Lapas Watampone. “Pembinaan kepribadian dan kemandirian. pembinaan kepribadian merupakan hal yang fundamental karena pola pembinaan ini bertujuan merubah mental, perilaku, serta watak dari WBP. Mereka diajarkan tentang kesadaran beragama, kesadaran akan hukum, serta sadar akan berbangsa dan bernegara,” jelas Lukman. Terkait pembinaan kemandirian, p

Kalapas Watampone Jadi Narasumber di RRI Bone
 Watampone, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Watampone, Lukman Amin, hadir sebagai narasumber program Obrolan Rabu Radio Republik Indonesia (RRI) Bone, Rabu (15/8). Dlam pogram dialog interaktif ini Lukman coba memberikan pemahaman, transparansi tentang Lapas Watampone serta mengubah paradigma dan stigma masyarakat terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada kesempatan itu, Kalapas menjelaskan kepada pendengar setia RRI Bone tentang nilai kearifan lokal, yakni Sipakatu, Sipakalebbi, Sipakainge yang ia aktualisasikan pada konsep dasar pola pembinaan di Lapas Watampone. “Pembinaan kepribadian dan kemandirian. pembinaan kepribadian merupakan hal yang fundamental karena pola pembinaan ini bertujuan merubah mental, perilaku, serta watak dari WBP. Mereka diajarkan tentang kesadaran beragama, kesadaran akan hukum, serta sadar akan berbangsa dan bernegara,” jelas Lukman. Terkait pembinaan kemandirian, pihak lapas memberikan program keterampilan yang disesuaikan dengan bakat WBP masing-masing seperti pertanian, industri kerajinan tangan, las listrik, dan pertukangan kayu. “Kami berharap pembinaan bagi WBP dapat membentuk mereka menjadi manusia seutuhnya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh masyarakat,” harapnya. [caption id="attachment_64148" align="aligncenter" width="300"] Kalapas Watampone jadi narasumber di RRI Bone[/caption] Salah seorang pendengar RRI Bone kemudian menanyakan tentang pola pembinaan teroris dan menyikapi tentang narapidana berduit di dalam lapas. Atas pertanyaan tersebut, Lukman bercerita pihaknya sempat mendapatkan kesempatan membina napi teroris. “Alhamdulillah narapidana tersebut sudah bebas serta sudah berikrar setia dan megakui NKRI. Namun, dapat kami jelaskan pola pembinaan narapidana kasus tindak pidana terorisme ditangani oleh pamong, yaitu petugas lapas yang berkompeten ditunjuk untuk berinteraksi dengan narapidana teroris untuk meredam paham radikalisme serta memberikan pemahaman kesadaran berbangsa dan bernegara kepada narapidana tersebut. Kami juag dibantu pihak BNPT dan Densus 88,” urainya. Menyikapi narapidana berduit, ia menegaskan pihaknya berpegang pada SOP dan aturan yang berlaku. “Saya tegaskan kepada seluruh jajaran, jangan sampai seragam mereka terbeli,” tegas Kalapas. Tak lupa, ia menginfokan bahwa segala bentuk pelayanan hak-hak dari WBP ataupun pengunjung Lapas Watampone tidak dipungut biaya. “Apabila ada bawahan saya yang bermain atau melakukan pungutan liar akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Lukman. Terakhir, Lukman mengajak pemerintah daerah untuk selalu bersinergi dengan pihak Pemasyarakatan serta mengimbau masyarakat agar dapat menerima dengan baik WBP jika mereka bebas nantinya. “Hilangkan stigma  kepada WBP,” tutupnya     Kontributor: A. Yudistira   

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0