Kanwil Ditjenpas Aceh Relokasi 460 Warga Binaan Lapas Lhokseumawe ke Gedung Baru di Punteut

Kanwil Ditjenpas Aceh Relokasi 460 Warga Binaan Lapas Lhokseumawe ke Gedung Baru di Punteut

Lhokseumawe, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ditjenpas) Aceh relokasi 460 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe ke gedung baru di kawasan Punteut, Lhokseumawe, Sabtu (1/8). Relokasi dilakukan untuk tingkatkan kualitas pelayanan, memperkuat keamanan, sekaligus mengurangi kepadatan hunian (overcrowding) di gedung lama.

Proses relokasi yang dimulai pukul 07.00 WIB dipantau langsung Kepala Kanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani Boy, bersama jajaran Kanwil. Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Tatan Dirsan Atmaja, juga memberikan pengarahan dan memantau seluruh tahapan pemindahan.

Sebelum relokasi, dilaksanakan Apel Pasukan Gabungan yang dipimpin Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas. Dalam arahannya, ia menekankan kesiapan prosedur operasional standar (SOP), kelayakan armada, kesiapsiagaan personel, serta pentingnya menjaga keamanan dengan pendekatan yang humanis selama proses pemindahan.

Relokasi melibatkan 191 personel gabungan yang terdiri atas petugas Lapas Lhokseumawe, Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari sejumlah Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di sekitar Lhokseumawe, personel Polres Lhokseumawe, Brimob, dan Kodim 0103/Aceh Utara. Pemindahan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kloter untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan sesuai prosedur.

Kepala Kanwil Ditjenpas Aceh, Ramdani Boy, mengatakan relokasi tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan Pemasyarakatan.

"Relokasi ini merupakan langkah konkret dan strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menyediakan hunian yang lebih aman, representatif, dan manusiawi. Gedung baru di Punteut memiliki sarana prasarana yang jauh lebih memadai untuk mengurai keterbatasan kapasitas gedung lama, sekaligus mendukung optimalisasi program pembinaan kepribadian maupun kemandirian bagi para Warga Binaan."

Ia menambahkan, keberhasilan relokasi merupakan hasil perencanaan yang matang dan sinergi seluruh pihak yang terlibat.

"Relokasi ini bukan sekadar memindahkan Warga Binaan dari satu lokasi ke lokasi lain, tetapi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan Pemasyarakatan. Dengan fasilitas yang lebih representatif, kami optimistis proses pembinaan akan berjalan lebih optimal, aman, dan berorientasi pada penghormatan terhadap hak-hak Warga Binaan. Kami mengapresiasi dukungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta sinergi TNI, Polri, dan seluruh unsur yang telah memastikan kegiatan ini berlangsung dengan aman dan lancar," ujar Ramdani Boy.

Sementara itu, Kepala Lapas Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam relokasi tersebut.

"Alhamdulillah seluruh Warga Binaan berhasil dipindahkan dengan aman, tertib, dan sesuai rencana. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara seluruh pihak yang terlibat. Dengan menempati gedung baru di Punteut, kami siap memberikan pelayanan, pembinaan, dan pengamanan yang lebih optimal bagi Warga Binaan maupun masyarakat," ujar Wahyu.

Gedung baru Lapas Lhokseumawe di Punteut dilengkapi fasilitas yang lebih representatif untuk dukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Kehadiran sarana tersebut diharapkan tingkatkan kualitas pembinaan, perkuat keamanan, serta hadirkan pelayanan yang lebih optimal bagi Warga Binaan dan masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Aceh

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0