Kanwil Ditjenpas Kalbar Siap Optimalkan Griya Abhipraya Kapuas dan Peresmian Dapur Sehat
Pontianak, INFO_PAS – Komitmen menghadirkan Pemasyarakatan yang produktif, humanis, serta berdampak ditegaskan melalui penguatan program kemandirian pangan dan peningkatan layanan dasar di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Barat. Pada Senin (2/3), Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat, Jayanta, bersama Kepala Balai Pemasyarakatan Pontianak menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan CV Berkah Sappo Mandiri untuk mendukung program kemandirian pangan.
Jayanta mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. “Griya Abhipraya harus menjadi simbol harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih baik, khususnya bagi Klien Pemasyarakatan dan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Selanjutnya, pengembangan Griya Abhipraya “Kapuas” akan memanfaatkan lahan seluas 10.000 m² serta dilengkapi empat unit kandang ayam sistem close house rak colony yang efektif menjaga stabilitas suhu dan kesehatan ternak guna meningkatkan produktivitas berkelanjutan. Program ini terintegrasi dengan fungsi pembimbingan dan reintegrasi sosial.
Momentum tersebut turut dihadiri dan disaksikan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Ia menegaskan pentingnya optimalisasi potensi yang ada. “Setiap aset harus produktif, setiap program harus menghasilkan manfaat nyata. Tidak hanya bagi Klien Pemasyarakatan, tetapi juga masyarakat sekitar dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Mashudi juga meresmikan Dapur Sehat di lima Unit Pelaksana Teknis (UPT), yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pontianak, Lapas Kelas IIB Singkawang, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pontianak, Rutan Kelas IIB Sambas, dan Rutan Kelas IIB Landak. Program ini merupakan penguatan layanan dasar guna memastikan standar kebersihan, kualitas gizi, dan pemenuhan hak kesehatan Warga Binaan.
Mashudi menegaskan kualitas layanan makanan di Lapas dan Rutan merupakan indikator penting wajah Pemasyarakatan modern. “Pemasyarakatan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan layanan yang layak. Dapur Sehat bukan hanya soal memasak, tetapi tentang standar kebersihan, kualitas gizi, dan komitmen kita menghadirkan pembinaan bermartabat,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah progresif jajaran Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat dalam merealisasikan program strategis tersebut. “Harapan kami, UPT lain yang masih belum memiliki Dapur Sehat segera menyusul agar standar layanan makin merata dan berkualitas,” pesannya.
Kepala Lapas Pontianak, Ridha Ansari, menyambut baik peresmian tersebut dan menyatakan kesiapan jajaran dalam menjaga kualitas layanan. “Kehadiran Dapur Sehat menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan standar pelayanan, memastikan hak Warga Binaan terpenuhi secara optimal,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan penyerahan 25 paket bantuan sosial kepada panti asuhan di Kota Pontianak. Melalui penguatan kemandirian pangan dan peresmian Dapur Sehat ini, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat menegaskan langkah konkret menuju Pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Kalbar
What's Your Reaction?


