Kanwil Ditjenpas Papua Barat Ikuti ProASN, Dorong Penguatan SDM Berbasis Kompetensi

Kanwil Ditjenpas Papua Barat Ikuti ProASN, Dorong Penguatan SDM Berbasis Kompetensi

Manokwari, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Papua Barat perkuat kualitas sumber daya manusia aparatur melalui Program Kebijakan Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN). Kegiatan berupa pengukuran kompetensi bagi pejabat di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan wilayah Papua Barat tersebut berlangsung di Kantor Regional XIV Badan Kepegawaian Negara (BKN) Papua Barat, Senin (24/8), sebagai bagian dari proses pemetaan dan pengembangan kompetensi aparatur sesuai kebutuhan organisasi.

Pelaksanaan ProASN diikuti oleh 35 peserta, terdiri atas 29 pegawai Pemasyarakatan dan 6 pegawai Imigrasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 peserta hadir dan mengikuti kegiatan, sementara dua peserta berhalangan hadir dengan keterangan, masing-masing satu orang sedang melaksanakan tugas kedinasan di Lampung dan satu orang dalam kondisi sakit.

Kepala Kanwil Ditjenpas Papua Barat, I Putu Murdiana, menilai ProASN merupakan langkah penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya manusia dilakukan secara objektif dan sesuai kebutuhan organisasi.

“Uji kompetensi bukan sekadar proses penilaian, tetapi menjadi instrumen penting untuk mengetahui potensi, kemampuan, dan kebutuhan pengembangan setiap pegawai. Dengan pemetaan yang tepat, organisasi dapat menempatkan dan mengembangkan sumber daya manusia sesuai kompetensi yang dimiliki,” ujar I Putu Murdiana.

Menurutnya, Pemasyarakatan membutuhkan aparatur yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta orientasi pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional XIV BKN Papua Barat, Basuki Ari Wicaksono, memandang pelaksanaan ProASN sebagai bagian penting dalam penerapan sistem merit dalam manajemen ASN. Penilaian berbasis kompetensi diharapkan dapat hasilkan data yang objektif sebagai salah satu dasar dalam pengembangan karier dan peningkatan kapasitas aparatur.

“Uji kompetensi memberikan gambaran mengenai kompetensi yang dimiliki oleh setiap peserta. Data tersebut dapat menjadi salah satu dasar bagi instansi dalam menyusun strategi pengembangan ASN, sehingga pengelolaan sumber daya manusia semakin objektif, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan organisasi,” jelas Basuki Ari Wicaksono.

Kanwil Ditjenpas Papua Barat mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan ProASN sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan, mengenali potensi diri, serta terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme.

Bagi masyarakat, penguatan kompetensi ASN pada akhirnya diharapkan memberikan dampak langsung melalui peningkatan kualitas pelayanan publik. ASN yang kompeten, profesional, dan berintegritas merupakan salah satu fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan Pemasyarakatan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Kanwil Ditjenpas Papua Barat, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dan BKN, proses pemetaan kompetensi diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan ProASN, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pengembangan pegawai yang tepat sasaran. Dengan demikian, penguatan SDM dapat menjadi investasi jangka panjang untuk membangun birokrasi yang profesional dan memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas. (afn)

 

Kontributor: Humas Kanwil Ditjenpas Papua Barat

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0