Lapas Wahai Dorong Keteladanan Akhlak lewat Peringatan Maulid Nabi
Wahai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 Hijriah yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan di lapangan terbuka blok Lapas, Rabu (26/8). Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seram Utara, jajaran pejabat struktural Lapas, pegawai, serta seluruh Warga Binaan.
Peringatan Maulid Nabi ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian bagi Warga Binaan, sekaligus jadi momentum introspeksi diri dan mempererat tali silaturahmi di lingkungan Lapas Wahai.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Tersih menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari, terutama selama menjalani masa pembinaan di Lapas.
"Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. bagi umat Islam adalah momen yang sangat berharga karena Nabi Muhammad dikenal sebagai suri teladan yang mengajarkan akhlak mulia, budi pekerti yang baik, serta kasih sayang kepada sesama. Nilai-nilai tersebut sejatinya bersifat universal, menekankan pentingnya persaudaraan, saling menghormati, dan hidup dalam kebersamaan," ungkap Tersih.
Ia pun mengajak jajarannya menjadikan momentum maulid ini untuk memperkuat persatuan dan ukhuwah di tengah perbedaan. "Di dalam Lapas ini, kita hidup berdampingan dengan latar belakang yang beragam, namun kebersamaan justru menjadi kekuatan untuk saling menghargai dan memperbaiki diri. Ingatlah, Lapas bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan tempat introspeksi diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik," tambahnya.
Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, yang juga bertindak selaku Ketua Majelis Taklim Lapas Wahai, menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pembinaan kerohanian dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi perubahan perilaku Warga Binaan.
"Sebagai Ketua Majelis Taklim Masjid At-Taubah sekaligus Kasubsi Pembinaan, kami berkomitmen untuk menyediakan ruang belajar agama yang berkelanjutan. Peringatan Maulid Nabi 1448 H ini diselenggarakan berkat kerja sama dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, termasuk Warga Binaan sendiri. Kami melihat antusiasme yang luar biasa. Harapan kami, melalui pengajian dan peringatan hari besar Islam seperti ini, suasana religius di dalam Lapas semakin terbangun dan menjadi pendorong utama proses hijrah para Warga Binaan," ujar Joi.
Suasana haru dan penuh kekhusyukan turut dirasakan para Warga Binaan. Salah satunya AG, yang mengungkaprasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini.
"Kami merasa sangat tersentuh dan bersyukur bisa memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. bersama-sama di sini. Pesan yang disampaikan benar-benar menyadarkan kami bahwa Lapas ini bukan akhir dari segalanya, melainkan tempat kami belajar dan memperbaiki kesalahan masa lalu," tutur AG.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Seram Utara, Rusli Salating, menyampaikan tausiah bertema "Meneladani Akhlak Rasulullah saw. untuk Membangun Pribadi yang Unggul dan Berdaya Guna."
"Peringatan Maulid Nabi bukanlah sekadar perayaan seremonial tahunan. Saya ingin menekankan bahwa ini adalah momen kontemplasi atau renungan. Akhlak Rasulullah adalah fondasi utama dalam membangun keluarga sakinah dan masyarakat yang madani. Menjadi pribadi yang unggul bukan tentang seberapa tinggi jabatan atau seberapa banyak harta kita, melainkan seberapa baik akhlak kita dalam berinteraksi dengan sesama. Mari teladani akhlak Rasulullah, tebarkan kebaikannya, dan raih syafaatnya. Semoga Allah Swt. senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba yang berakhlak mulia mengikuti jejak Nabi Muhammad saw.," ajak Rusli.
Sebelum acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H tersebut diakhiri dengan pembacaan doa bersama, dilakukan penyerahan dokumen bukti registrasi atas keabsahan legalitas Majelis Taklim Lapas Wahai yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI.
Melalui pelaksanaan peringatan Maulid Nabi, Lapas Wahai berharap Warga Binaan dapat menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa serta siap menjalani program reintegrasi sosial dan berperan positif dalam kehidupan masyarakat. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Wahai
What's Your Reaction?


