Kenalkan Hidroponik kepada Peserta Magang, Lapas Bandanaira Perluas Edukasi Ketahanan Pangan
Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus perkuat program ketahanan pangan sekaligus menjadikannya sebagai ruang belajar bagi generasi muda. Kali ini, Lapas Bandanaira perkenalkan teknik budidaya tanaman dengan sistem hidroponik kepada peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 1, Rabu (26/8).
Kegiatan tersebut libatkan Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda yang memberikan pemahaman langsung mengenai dasar-dasar budidaya hidroponik. Peserta magang diajak melihat bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk hasilkan pangan secara produktif.
Sistem hidroponik dipilih karena dinilai sesuai dengan kondisi Lapas Bandanaira yang memiliki keterbatasan lahan pertanian. Selain menghasilkan tanaman pangan, metode ini juga jadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengatakan pengenalan hidroponik kepada peserta magang merupakan bagian dari komitmen Lapas untuk membangun budaya produktif sekaligus memperluas manfaat program ketahanan pangan.
"Kami ingin peserta magang tidak hanya mendapatkan pengalaman administrasi dan lingkungan kerja, tetapi juga pengetahuan praktis yang dapat mereka kembangkan setelah menyelesaikan program magang. Hidroponik menjadi salah satu pilihan karena dapat diterapkan pada lahan yang terbatas dan memiliki nilai produktif," ujar Samad.
Menurutnya, program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas memiliki manfaat yang lebih luas. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran bagi Warga Binaan untuk memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
"Program ketahanan pangan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, mereka mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda, Alwi Arif, menjelaskan teknik dasar budidaya hidroponik kepada peserta magang, mulai dari pengenalan metode, pemilihan bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen. Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi program pembinaan kemandirian Warga Binaan.
"Penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan, mulai dari pengenalan teknik budidaya, pemilihan bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen. Melalui kerja sama yang baik dengan Lapas, kami berharap Warga Binaan dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat dan mampu mendukung ketahanan pangan," ungkap Alwi.
Bagi peserta magang, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berbeda. Mereka tidak hanya memperoleh wawasan mengenai lingkungan kerja, tetapi juga mendapatkan pengetahuan praktis tentang pemanfaatan lahan terbatas untuk kegiatan produktif.
Salah satu peserta magang, Santi Tri Winarsi, mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan hidroponik memberikan pelajaran berharga karena memadukan keterampilan, kedisiplinan, dan kebiasaan produktif.
"Saya melihat kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang positif karena selain memberikan keterampilan, juga membangun kebiasaan dan sikap produktif yang dapat diterapkan Warga Binaan ketika kembali ke masyarakat," ungkap Santi. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Bandanaira
What's Your Reaction?


