Kembangkan Keterampilan Warga Binaan, Kakanwil Ditjenpas Babel Buka Pelatihan Mochi Nanas
Pangkalpinang, INFO_PAS – Komitmen tingkatkan kualitas pembinaan dan pemberdayaan Warga Binaan, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, buka pelatihan pembuatan mochi nanas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas lll Pangkalpinang, Jumat (14/8). Pelatihan ini merupakan kolaborasi program pembinaan kemandirian antara Lapas Perempuan Pangkalpinang dengan Lapas Pangkalpinang untuk membekali 20 Warga Binaan dengan keterampilan praktis dan bernilai ekonomi. Produk mochi nanas dipilih karena memiliki potensi pasar yang cukup baik dan dapat menjadi salah satu produk unggulan khas daerah yang memiliki daya saing.
Kakanwil menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan pembuatan mochi tersebut. Ia memberikan penghargaan kepada Gilang selaku instruktur yang telah berpartisipasi dan bersedia berbagi ilmu dan keterampilan kepada Warga Binaan. Menurutnya, kolaborasi ini harus terus diperkuat agar berbagai program pembinaant berjalan optimal dan menghasilkan produk-produk unggulan Warga Binaan yang memiliki daya saing.
"Saya berharap bunda-bunda (Warga Binaan) mengikuti kegiatan ini dengan tekun, serius, dan penuh semangat. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan mengembangkan keterampilan,” pesan Ade.
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Pangkalpinang, Rina Setiari, mengungkapkan pembuatan mochi ini tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus dikembangkan hingga menghasilkan produk yang memiliki kualitas dan nilai jual. "Pengembangan produk hasil karya Warga Binaan diharapkan membuka peluang usaha dan menjadi salah satu bekal bagi Warga Binaan setelah menjalani masa pidana," harapnya.
Kalapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menuturkan produk mochi masih relatif sulit ditemukan di Bangka sehingga pelatihan tersebut menjadi peluang bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menciptakan produk yang memiliki potensi untuk dipasarkan. "Keterampilan yang diperoleh tidak hanya memberikan manfaat secara ekonomi, tetapi juga menjadi proses pembinaan dan membawa keberkahan," tuturnya.
Selanjutnya, Gilang selaku instruktur memberikan materi mulai dari teknik pengolahan bahan, proses produksi, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk. Melalui pembinaan berkelanjutan, Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya menghadirkan pembinaan humanis dan berdampak nyata sehingga Warga Binaan kembali produktif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Kep. Babel
What's Your Reaction?


