Klinik Lapas Tabanan dan Dinkes Prov. Bali Perkuat Kolaborasi Kesehatan lewat Pembinaan Teknis
Tabanan, INFO_PAS – Klinik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan sambut penguatan jejaring sebagai langkah meningkatkan kualitas layanan medis, memperkuat operasional klinik, dan mengoptimalkan kolaborasi layanan kesehatan dengan fasilitas kesehatan eksternal, Rabu (20/5). Kegiatan ini menjadi upaya berkelanjutan dalam memastikan pelayanan kesehatan di lingkungan Lapas berjalan sesuai standar dan terus berkembang secara adaptif.
Bertempat di Klinik Lapas Tabanan, kegiatan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali dengan pendampingan dari Dinkes Kabupaten Tabanan dan Puskesmas Tabanan III. Hadir pula Ketua Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia cabang Tabanan, dr. Sumiarta. Pembinaan teknis tersebut membahas operasional klinik dan status jejaring Klinik Lapas Tabanan.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan kualitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama dalam mendukung hak dasar Warga Binaan. “Klinik Lapas Tabanan telah didukung oleh tenaga medis yang sigap dan pelayanan kesehatan optimal. Penguatan pembinaan teknis jejaring seperti ini menjadi langkah penting agar kualitas layanan terus meningkat,” ungkapnya.
Dokter Luh Putu Tresnadewi selaku Penganggung Jawab Klinik Lapas Tabanan menambahkan pihaknya tetap berkomitmen melakukan pembenahan terhadap sejumlah aspek yang masih memerlukan penguatan. “Dari pembinaan yang diberikan masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan dan akan kami perbaiki secara bertahap demi menjaga kualitas layanan kesehatan,” janjinya.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Dinkes Provinsi Bali, Ni Wayan Pramawati, mengapresiasi kualitas Klinik Lapas Tabanan sekaligus menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas fasilitas kesehatan. “Klinik Lapas Tabanan sudah menunjukkan kualitas baik. Melalui pembinaan teknis penguatan jejaring ini, kami berharap kerja sama dengan dinkes, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya makin erat sehingga pelayanan kesehatan menjadi makin kuat dan terintegrasi,” harapnya.
Bagi Lapas Tabanan, layanan kesehatan yang berkualitas tidak dibangun oleh satu unit kerja saja, melainkan melalui kolaborasi, evaluasi, dan penguatan jejaring berkesinambungan. Ketika koordinasi antarfasilitas kesehatan berjalan harmonis, maka pelayanan medis yang cepat, tepat, dan manusiawi akan makin nyata dirasakan dalam mendukung proses pembinaan di Lapas. (IR)
Kontributor: Lapas Tabanan
What's Your Reaction?


