Kreatif dan Produktif, Lapas Terbuka Kendal Sulap Maggot Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Kreatif dan Produktif, Lapas Terbuka Kendal Sulap Maggot Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Kendal, INFO_PAS – Inovasi terus dikembangkan Lapas Terbuka Kendal dalam mengoptimalkan potensi hasil pembinaan kemandirian. Kali ini, maggot yang selama ini dimanfaatkan sebagai bahan pakan dikembangkan melalui proses pengolahan menggunakan mesin sangrai maggot untuk menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi, Rabu (7/10).

Penggunaan mesin sangrai menjadi bagian penting dalam pengembangan produk maggot. Melalui proses tersebut, maggot tidak hanya berhenti sebagai hasil budidaya, tetapi diolah menjadi produk maggot sangrai yang memiliki potensi untuk dikemas, dipasarkan, dan dikembangkan sebagai salah satu produk hasil pembinaan kemandirian.

Inovasi ini sekaligus menjadi upaya Lapas Terbuka Kendal dalam menciptakan nilai tambah dari hasil budidaya yang sudah tersedia. Dengan pengolahan lebih lanjut, maggot diharapkan memiliki daya jual yang lebih baik serta membuka peluang pengembangan usaha baru dari sektor pembinaan ketahanan pangan dan peternakan.

Penanggung Jawab Kegiatan, Fajar Arvianto, menjelaskan penggunaan mesin sangrai dikembangkan untuk membuat proses pengolahan maggot menjadi lebih efektif sekaligus menghasilkan produk yang lebih siap untuk dikembangkan secara komersial. “Kami mencoba mengembangkan maggot tidak hanya sebagai bahan pakan, tetapi juga menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi. Melalui mesin sangrai ini, proses pengolahan dapat dilakukan dengan lebih terarah sehingga ke depan maggot sangrai bisa dikemas dan dipasarkan sebagai produk hasil pembinaan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Warga Binaan turut terlibat secara langsung dalam proses pengolahan, mulai dari persiapan maggot, proses sangrai menggunakan mesin, hingga tahap akhir sebelum produk dikemas. Keterlibatan tersebut menjadi pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman kerja secara nyata kepada Warga Binaan.

Selain menghasilkan produk, proses ini juga memberikan pemahaman kepada Warga Binaan bahwa hasil budidaya dapat dikembangkan melalui inovasi dan pengolahan. Mereka tidak hanya belajar menghasilkan komoditas, tetapi juga mengenal tahapan produksi, menjaga kualitas, hingga melihat peluang pemasaran dari produk yang dihasilkan.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, menyampaikan pengembangan produk berbasis hasil budidaya merupakan upaya memperluas manfaat pembinaan kemandirian. “Kami terus mendorong agar hasil pembinaan tidak hanya berhenti pada proses budidaya, tetapi dapat diolah dan memiliki nilai tambah. Inovasi mesin sangrai maggot ini menjadi salah satu langkah untuk menciptakan produk yang lebih bernilai sekaligus memberikan keterampilan yang menjadi bekal bagi Warga Binaan,” ungkapnya.

Pengembangan maggot sangrai selanjutnya akan diarahkan pada penyempurnaan proses produksi, kualitas, pengemasan, hingga pemasaran. Langkah tersebut diharapkan menjadikan maggot sebagai salah satu komoditas yang tidak hanya mendukung kebutuhan pakan dalam integrated farm, tetapi juga memiliki peluang ekonomi sebagai produk olahan.

Melalui inovasi mesin sangrai maggot, Lapas Terbuka Kendal menunjukkan pembinaan kemandirian dapat dikembangkan dari budidaya menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi tersebut menjadi komitmen untuk membekali Warga Binaan dengan pengalaman kerja, keterampilan produksi, dan wawasan kewirausahaan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Terbuka Kendal

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0