Lampu Hias dari Limbah Bangunan, Karya Kreatif Warga Binaan Rutan Ambon

Lampu Hias dari Limbah Bangunan, Karya Kreatif Warga Binaan Rutan Ambon

Ambon, INFO_PAS - Tingkatkan keterampilan dan kemandirian Warga Binaan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon terus kembangkan program pembinaan berbasis UMKM. Salah satu hasil pembinaan terbaru adalah produk lampu hias buatan Warga Binaan yang menunjukkan kreativitas serta kemampuan mereka dalam bidang pertukangan dan produksi perabot sederhana.

Rutan Ambon mengambil langkah maju melalui inovasi pembinaan yang memanfaatkan limbah bahan bangunan menjadi produk bernilai jual. Warga Binaan berhasil membuat lampu hias dari potongan besi, pipa, dan material sisa konstruksi, sebuah wujud kreativitas yang membuktikan bahwa keterbatasan dapat menjadi peluang pembelajaran.

Kepala Rutan (Karutan) Ambon, Yudhy Rizaldy, mengapresiasi penuh karya lampu hias tersebut. “Lampu hias ini membuktikan bahwa ketika Warga Binaan diberi ruang untuk berkarya, mereka mampu mengolah bahan sederhana menjadi produk yang bernilai estetika dan ekonomi. Inilah bukti bahwa pembinaan bukan hanya rutinitas, tetapi investasi masa depan mereka,” ungkapnya.

Menurut Karutan, karya berbahan limbah bangunan ini relevan dengan isu lingkungan dan tren dekorasi modern. Lampu hias tersebut dirancang oleh Warga Binaan, HF, yang memiliki keterampilan las dan kerajinan metal. Dengan memanfaatkan potongan besi dan pipa bekas dari bengkel kerja Rutan, HF menyusun rangka lampu, mengelas sambungan, membentuk detail dekoratif, hingga memasang lampu LED sebagai sumber cahaya. Seluruh proses dilakukan secara mandiri, mulai dari perencanaan desain hingga tahap finishing.

“Saya butuh beberapa hari untuk membuat satu lampu hias. Meskipun bahannya dari limbah, saya ingin hasilnya terlihat modern dan layak dijual. Saya bangga bisa mengasah keterampilan yang bisa saya gunakan untuk bekerja setelah bebas nanti,” ujar H.F.

Lampu hias berbahan limbah ini tidak hanya memiliki potensi pasar, ramah lingkungan, dan tahan lama, tetapi juga mampu memperindah suasana jelang Natal. Rutan Ambon berencana memasarkan produk tersebut kepada instansi pemerintah, gereja, dan masyarakat umum yang membutuhkan dekorasi kreatif. Selain itu, proses pembuatannya mendorong Warga Binaan untuk mengembangkan soft skills seperti kerja sama, ketelitian, dan perencanaan desain.

“Misi kami adalah menumbuhkan individu yang disiplin, memiliki keterampilan, dan siap memasuki dunia kerja. Pendekatan kreatif yang berakar dari pemanfaatan limbah ini menawarkan solusi bagi keterbatasan fasilitas yang ada,” tambah Karutan.

Melalui inovasi tersebut, Rutan Ambon berharap dapat terus memperkuat citra pembinaan yang produktif, kreatif, dan bermanfaat. Diharapkan, karya seperti ini dapat menginspirasi Warga Binaan lainnya untuk terus berkarya, sekaligus membawa pesan bahwa kesempatan untuk berubah dan berkembang selalu terbuka bagi siapa pun. (afn)

 

Kontributor: Humas Rutan Ambon

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0