Lapas Amuntai Kembangkan Budidaya Maggot, Dorong Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Amuntai, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Amuntai terus kembangkan program pembinaan kemandirian melalui budidaya maggot atau larva Black Soldier Fly. Program ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pengelolaan sampah organik agar memiliki nilai guna dan manfaat ekonomi.
Budidaya maggot dilaksanakan dengan melibatkan Warga Binaan yang secara langsung mempelajari proses pemeliharaan larva, mulai dari pengelolaan media budidaya, pemberian pakan berupa bahan organik yang sesuai, hingga pemantauan pertumbuhan maggot. Warga Binaan memperoleh pengalaman praktis dalam mengembangkan budidaya yang berpotensi diterapkan secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Budidaya maggot memiliki sejumlah manfaat, di antaranya membantu mengolah sampah organik serta menghasilkan larva yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan berprotein bagi ternak dan ikan. Program ini juga menjadi upaya Lapas Amuntai dalam mengembangkan kegiatan pertanian dan perikanan yang saling mendukung melalui program Sarana Asimilasi dan Edukasi.
Kepala Lapas Amuntai, Gusti Iskandarsyah, menyampaikan pengembangan budidaya maggot tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan limbah organik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi Warga Binaan. “Kami ingin memberikan pembinaan produktif dan bermanfaat bagi Warga Binaan. Mereka belajar bagaimana mengelola bahan organik menjadi sesuatu yang bernilai guna. Harapannya, keterampilan ini dikembangkan menjadi peluang usaha dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” harapnya, Senin (12/10).
Gusti menambahkan program pembinaan kemandirian perlu terus dikembangkan melalui kegiatan inovatif dan berkelanjutan. “Dengan memanfaatkan potensi yang tersedia, kami berupaya membangun lingkungan pembinaan produktif sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Hikri, salah seorang Warga Binaan, mengungkapkan kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang bermanfaat. “Saya belajar cara membudidayakan maggot dan memahami manfaatnya untuk mengolah sampah organik dan mendukung kebutuhan pakan ikan. Kegiatan ini juga mengajarkan kami untuk lebih disiplin, tekun, dan bertanggung jawab. Semoga ilmu yang didapatkan di sini menjadi bekal untuk memulai usaha setelah bebas nanti,” harapnya.
Pengembangan budidaya maggot di Lapas Amuntai diharapkan terus memberikan manfaat dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan program ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti pembinaan Warga Binaan dapat dilakukan melalui aktivitas nyata yang mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian. (IR)
Kontributor: Lapas Amuntai
What's Your Reaction?


