Lapas Piru Berdayakan Warga Binaan lewat Program Kemandirian
Piru, INFO_PAS — Bekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif menjadi salah satu upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru dalam mempersiapkan Warga Binaan kembali ke masyarakat. Melalui program kemandirian Barbershop, Warga Binaan diberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan pangkas rambut yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang kerja maupun usaha mandiri setelah bebas.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menyampaikan pengembangan keterampilan perlu dilakukan secara konsisten agar Warga Binaan menguasai kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Kami mendorong Warga Binaan untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta memperhatikan kerapian dan kualitas hasil pangkasan. Harapannya, keterampilan ini menjadi modal nyata ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” harapnya, Senin (12/10).
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Muh. Ramdhan Basir, menambahkan program kemandirian Barbershop merupakan upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang memiliki nilai ekonomis. “Kami berharap mereka tidak hanya mampu menguasai teknik pangkas rambut, tetapi juga melihat peluang usaha, mengembangkan kemampuan, dan memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Manfaat program tersebut juga dirasakan oleh Warga Binaan berinisial J. Keterampilan pangkas rambut membuka peluang untuk membangun usaha sendiri di tengah kondisi pasar kerja yang tidak menentu.
“Saya ingin terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar setelah bebas nanti bisa membuka usaha pangkas rambut sendiri. Dengan keterampilan ini, saya berharap memperoleh penghasilan dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkap J.
Melalui program kemandirian Barbershop, Lapas Piru terus berupaya menghadirkan pembinaan produktif sekaligus membuka kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengembangkan potensi diri sebagai bekal menuju kehidupan yang mandiri dan berdaya guna.

Tak hanya itu, Lapas Piru juga hasilkan produk bakery hasil karya Warga Binaan. Selain menjadi sarana pembinaan kemandirian, kegiatan ini turut membuka peluang bagi Warga Binaan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi yang makin diminati masyarakat.
Empat Warga Binaan kembali memproduksi bakery dengan pendampingan petugas dan peserta magang. Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan berhasil menghasilkan 80 produk, terdiri atas 40 roti gula dan 40 donat untuk memenuhi permintaan pesanan.
Mustafa menyampaikan meningkatnya permintaan pesanan menjadi dorongan untuk terus menjaga konsistensi produksi dan kualitas produk. “Kami melihat minat masyarakat terhadap produk bakery hasil karya Warga Binaan makin baik yang juga terlihat dari meningkatnya permintaan pesanan. Karena itu, produksi terus kami jalankan secara konsisten dengan tetap memperhatikan kualitas dan kebersihan produk. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan keterampilan, tetapi juga mengembangkan produktivitas Warga Binaan dan menghasilkan produk yang makin dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Senada, Ramdhan menegaskan pengembangan bakery merupakan upaya membentuk Warga Binaan yang produktif dan memiliki keterampilan kerja. “Pembinaan kemandirian harus memberikan manfaat nyata. Melalui kegiatan bakery, Warga Binaan dilatih untuk disiplin, bekerja sama, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Dengan demikian, mereka memiliki bekal keterampilan untuk menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial R mengungkapkan keterlibatannya dalam produksi bakery memberikan pengalaman baru yang bermanfaat. “Saya mendapatkan banyak pengalaman, mulai dari menyiapkan bahan hingga membuat roti dan donat. Saya berharap keterampilan ini terus berkembang dan menjadi modal untuk memulai usaha setelah bebas nanti,” harapnya.
Melalui pengembangan bakery berkelanjutan, Lapas Piru terus mendorong pembinaan kemandirian yang produktif, sekaligus membuka kesempatan bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan diri kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Piru
What's Your Reaction?


