Rutan Rantau Tanamkan Harapan Baru lewat UMKM Telur Asin, Bekal Warga Binaan Tata Masa Depan
Rantau, INFO_PAS – Di balik setiap telur asin yang dihasilkan, tersimpan proses belajar, ketekunan, dan harapan untuk memulai kehidupan yang lebih baik. Untuk itu, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Rantau terus kembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telur asin sebagai sarana pembinaan kemandirian yang membekali Warga Binaan dengan keterampilan produktif untuk masa depan.
Melalui pendampingan Noorhikmah selaku petugas yang membidangi kegiatan UMKM, seorang Warga Binaan berinisial CY mendapatkan kesempatan untuk mempelajari proses pembuatan telur asin. Mulai dari menyiapkan bahan, memahami tahapan pengolahan, hingga menjaga kebersihan dan kualitas produk, setiap proses menjadi pengalaman berharga untuk menumbuhkan ketelitian serta rasa tanggung jawab.
Pada Sabtu (10/10), Rutan Rantau berhasil menghasilkan 60 butir telur asin. Capaian ini bukan sekadar hasil produksi, melainkan bukti kesempatan untuk belajar dan berkembang tetap terbuka bagi Warga Binaan.
Noorhikmah menyampaikan keterampilan yang diajarkan diharapkan menjadi bekal nyata ketika mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. “Kami berharap keterampilan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga apa yang dipelajari menjadi modal untuk memulai usaha, membantu memenuhi kebutuhan hidup, dan membangun masa depan yang lebih baik. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah dan memperbaiki kehidupannya,” ujarnya.
Bagi Warga Binaan CY, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pembinaan. “Dari kegiatan ini, saya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang mudah-mudahan bisa saya manfaatkan setelah bebas nanti. Saya ingin membawa pulang ilmu ini, mencoba mengembangkan usaha sendiri, dan membahagiakan keluarga,” tuturnya.
Pengembangan UMKM telur asin ini menjadi komitmen Rutan Rantau dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan pembinaan kemandirian Warga Binaan. Melalui kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi, Rutan Rantau ingin menanamkan keyakinan bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Dengan keterampilan, kemauan, dan kesempatan yang tepat, Warga Binaan diharapkan kembali ke masyarakat dengan bekal untuk hidup mandiri serta harapan baru bagi diri sendiri dan keluarga. (IR)
Kontributor: Rutan Rantau
What's Your Reaction?


