Lapas Atambua Donasikan Hasil Panen untuk Korban Bencana Alam Sumatra dan Aceh

Lapas Atambua Donasikan Hasil Panen untuk Korban Bencana Alam Sumatra dan Aceh

Atambua, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua tunjukkan aksi nyata kepedulian sosial di tengah momentum panen raya serentak bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, Kamis (15/1). Melalui program pembinaan kemandirian yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional tersebut, Lapas Atambua memutuskan untuk mendonasikan seluruh hasil panen berupa 50 kg terong, 100 butir telur ayam, dan lima kg ikan lele guna membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatra dan Aceh.

Panen raya dilaksanakan oleh jajaran struktural, staf, peserta magang, bersama Warga Binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Atambua. Sementara itu, Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, dan Kepala UPT Pemasyarakatan se-Nusa Tenggara Timur menghadiri panen raya tingkat wilayah yang dilaksanakan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kefamenanu yang juga terhubung secara virtual dengan pusat kegiatan nasional di Lapas Kelas I Cirebon.

“Kami bangga karena dari ‘tangan emas’ para Warga Binaan, Lapas Atambua berhasil memanen beberapa komoditas unggulan. Hasil tersebut akan kami donasikan sepenuhnya kepada saudara-saudari kita yang sedang tertimpa bencana alam di Sumatra dan Aceh. Kami ingin Warga Binaan tidak hanya mahir secara teknis di bidang pertanian, perikanan atau peternakan, tetapi juga memiliki jiwa sosial,” ujar Hendra.

Ia juga berharap, bekal keterampilan ini menjadi modal utama Warga Binaan saat kembali ke masyarakat. "Kami ingin saat bebas nanti, mereka memiliki kepercayaan diri karena sudah memiliki keahlian nyata," tambah Hendra.

Kepala Subbagian Tata Usaha, Jimy Ndun, menjelaskan seluruh hasil panen tersebut telah dikonversi dalam bentuk nilai ekonomi dan akan segera ditransfer kepada penanggung jawab di tingkat Kantor Wilayah. Langkah ini dilakukan guna memastikan penyaluran donasi bagi korban bencana di Sumatra dan Aceh dapat terkoordinasi secara terpusat dan tepat sasaran melalui satu pintu birokrasi.

"Terkait mekanisme penyaluran, hasil panen ini nantinya akan kami transfer secara kolektif ke Kantor Wilayah untuk kemudian digabungkan dengan bantuan dari UPT lain sebelum dikirimkan ke lokasi bencana,” jelasnya.

Antusiasme serupa dirasakan oleh Jhon, salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam program pertanian. Ia bangga bisa melihat hasil kerja kerasnya selama ini.

"Jujur, saya bangga. Di sini kami diajarkan dari nol, mulai dari menyemai bibit hingga panen. Melihat terong, telur, dan ikan lele yang kami rawat bisa melimpah seperti ini memberikan saya harapan bahwa setelah bebas nanti, saya bisa mandiri bertani di kampung halaman. Mewakili teman-teman semua kami berharap bantuan sosial dari hasil panen ini dapat meringankan beban saudara/i kami yang terkena bencana alam," tutur Jhon.

Keberhasilan Lapas Atambua dalam panen raya ini membuktikan fungsi Pemasyarakatan telah bertransformasi sepenuhnya. Lapas kini menjadi pusat pelatihan kerja yang produktif sekaligus mencetak individu yang siap berkontribusi bagi ketahanan pangan bangsa dari beranda depan nusantara. (IR)

 

Kontributor: Lapas Atambua

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0