Lapas Atambua Gandeng Dinkes Belu Gelar Pelatihan Pengolahan Pangan Higienis bagi Warga Binaan
Atambua, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua selenggarakan pelatihan pengolahan pangan bergizi dan higienis bagi Warga Binaan dengan menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belu, Rabu (11/2). Kegiatan yang dilangsungkan di Aula Lapas ini bertujuan menjamin standarisasi mutu makanan sekaligus meningkatkan keterampilan teknis Warga Binaan.
Pelatihan ini diikuti oleh lima petugas pengelola dapur Lapas dan 25 Warga Binaan. Sebelumnya para Warga Binaan terpilih melalui Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan untuk bertugas sebagai koki atau juru masak.
Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, menyampaikan filosofi penting urgensi dapur yang menyangkut pemenuhan hak dasar bagi 250 Warga Binaan. Ia menyebut dapur bukan sekadar tempat memasak, melainkan jantung yang menentukan stabilitas dan kesehatan seluruh penghuni Lapas.
"Dapur adalah jantung di Lapas. Kami berharap seluruh penjamah makanan mampu menerapkan prinsip higienis sanitasi. Pelatihan ini adalah langkah mitigasi risiko untuk mencegah terjadinya malnutrisi, keracunan makanan, hingga potensi fatal seperti kematian akibat salah kelola pangan " ujar Bambang.
Ia juga mendorong para Warga Binaan untuk mengubah mindset mereka. "Pekerjaan sebagai juru masak adalah tugas mulia. Nasib kesehatan ratusan rekan kalian bergantung pada tangan kalian. Hasil kerja harus berkualitas, bersih, dan higienis," tambah Bambang.
Kepala Dinkes Belu, dr. Elen Corputty, mengapresiasi langkah progresif Lapas Atambua. Sesuai regulasi, setiap pengelola atau penjamah makanan wajib memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi.
"Pelatihan ini wajib dilakukan agar seluruh pengolah makanan memiliki sertifikat laik hygiene sanitasi sesuai regulasi yang berlaku. Kami menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, seperti kuku pendek dan tutup kepala, serta sanitasi lingkungan dan teknik pencucian yang benar untuk mencegah kontaminasi. Mengubah perilaku memang butuh waktu, namun setiap koreksi harus diterima dengan lapang dada tanpa rasa tersinggung karena ini demi standar keamanan pangan dan kesehatan bersama di Lapas,” pesan dr. Elen.
Pelatihan ini juga diawali dengan sesi pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Meski hasil pre-test menunjukkan masih banyak Warga Binaan yang belum memahami unsur-unsur teknis pengolahan pangan, pihak Lapas optimistis pelatihan ini akan memberikan pemahaman mendalam.
Salah satu Warga Binaan, Goris, mengungkapkan rasa syukurnya atas wawasan baru yang didapatkan. "Kami baru sadar kalau hal-hal kecil seperti kebersihan diri sangat menentukan kesehatan ratusan teman-teman di sini. Pelatihan ini memberi kami pemahaman tentang teknik memasak yang benar dan sehat yang tentunya akan menjadi bekal keterampilan berharga saat kami bebas nanti," ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen, Lapas Atambua saat ini tengah meningkatkan sarana prasarana sesuai standarisasi, mulai dari perbaikan dinding, atap, saluran pembuangan, hingga pemasangan wastafel berbahan stainless steel guna mencegah kontaminasi. Diharapkan setelah kegiatan ini berakhir, ilmu yang didapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi mewujudkan Lapas yang bersih, sehat, dan humanis. (IR)
Kontributor: Lapas Atambua
What's Your Reaction?


