Lapas Banjar Bekali Warga Binaan Kemampuan Qiroah dan Tajwid Al-Qur'an

Lapas Banjar Bekali Warga Binaan Kemampuan Qiroah dan Tajwid Al-Qur'an

Banjar, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjar terus perkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan melalui pembelajaran qiroah dan tajwid Al-Qur'an bagi Warga Binaan, Selasa (20/10). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Lapas Banjar dalam membentuk pribadi yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki bekal spiritual yang kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kali ini, pemberlajaran berfokus pada peningkatan kemampuan Warga Binaan dalam membaca Al-Qur'an secara baik dan benar sesuai dengan kaidah tajwid. Melalui bimbingan yang terarah, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai makharijul huruf, hukum bacaan tajwid, serta praktik membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dengan memperhatikan ketepatan pelafalan dan panjang pendek bacaan.

Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menegaskan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri, memperkuat nilai moral, dan mendorong perubahan perilaku positif bagi Warga Binaan. "Pembinaan keagamaan bukan sekadar mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter, memperbaiki diri, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin setiap Warga Binaan memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan keimanan, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Tutut menyampaikan Lapas Banjar berkomitmen menghadirkan program pembinaan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan, sejalan dengan tujuan Sistem Pemasyarakatan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. "Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan kecintaan Warga Binaan terhadap Al-Qur'an, meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt., dan menjadi bekal spiritual yang terus mereka amalkan, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Dedih Kusmayadi, menekankan pentingnya pembelajaran Al-Qur'an sebagai sarana pembinaan spiritual dan pembentukan akhlak bagi Warga Binaan. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar merupakan langkah awal untuk memahami serta mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami ingin membantu Warga Binaan agar tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an sesuai kaidah yang benar, tetapi juga memahami bahwa setiap proses belajar merupakan bagian dari upaya memperbaiki diri. Tidak ada kata terlambat untuk belajar agama dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.," ungkap Dedih.

Dedih juga mengapresiasi komitmen Lapas Banjar dalam memberikan ruang pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan. Ia berharap kegiatan tersebut dilaksanakan konsisten sehingga memberikan dampak positif terhadap perkembangan spiritual dan perilaku para peserta.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur'an saja, tetapi juga tercermin dalam sikap, perilaku, dan akhlak yang lebih baik. Semoga kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih bermanfaat, baik selama berada di Lapas maupun setelah kembali ke masyarakat," harap Dedih.

Antusiasme terhadap kegiatan pembinaan juga tergambar melalui tanggapan salah seorang Warga Binaan bernama Ujang. Ia menyampaikan pembelajaran qiroah dan tajwid memberikan kesempatan berharga untuk memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur'an sekaligus memperdalam pemahaman agama.

"Sebelumnya, saya masih banyak melakukan kesalahan saat membaca Al-Qur'an, terutama dalam pengucapan huruf dan panjang pendek bacaan. Melalui pembinaan ini, saya bisa belajar lebih baik. Mudah-mudahan ilmu yang saya menjadi bekal untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya," harap Ujang.

Melalui pembinaan qiroah dan tajwid Al-Qur'an, Lapas Banjar berupaya menghadirkan lingkungan Pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan, tetapi juga mendukung perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan menuju kehidupan yang lebih positif. Ke depan, Lapas Banjar akan terus mendorong partisipasi aktif Warga Binaan dalam berbagai program pembinaan keagamaan secara rutin dan berkesinambungan sebagai komitmen mewujudkan Pemasyarakatan humanis, produktif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjar

What's Your Reaction?

like
3
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0