Lapas Banjarmasin Bangun Budaya Peduli Lingkungan dari Pemilahan Sampah

Lapas Banjarmasin Bangun Budaya Peduli Lingkungan dari Pemilahan Sampah

Banjarmasin, INFO_PAS – Perubahan besar kerap dimulai dari kebiasaan sederhana. Hal itu pula yang mulai dibangun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin melalui pengelolaan sampah anorganik di lingkungan blok hunian Warga Binaan.

Pada Rabu (2/9), sebanyak enam tempat sampah khusus anorganik dibagikan untuk enam blok hunian. Langkah tersebut jadi awal untuk mendorong kebiasaan memilah sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai guna.

Proses pembagian berlangsung di Blok Alfa dan dihadiri Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, serta Konsultan TJSL PT Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Rafly Setya.

Akhmad Herriansyah mengatakan pemilahan sampah dari lingkungan blok hunian diharapkan dapat mengurangi tonase sampah yang keluar dari Lapas sekaligus membuka peluang pemanfaatannya dalam kegiatan pembinaan.

“Dengan adanya pemilahan ini, kami berharap dapat mengurangi tonase sampah yang keluar dari Lapas. Sampah yang masih bisa didaur ulang juga dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan tangan atau hal-hal lain yang bermanfaat bagi program pembinaan kemandirian di Lapas,” ujarnya.

Menurut Akhmad, sampah yang dipilah tidak harus berakhir sebagai limbah. Material yang masih dapat dimanfaatkan dapat diarahkan menjadi bahan kegiatan produktif, sehingga upaya menjaga kebersihan dapat berjalan beriringan dengan program pembinaan Warga Binaan.

Sementara itu, Bagus Paras Etika mengatakan penyediaan tempat sampah tersebut merupakan langkah awal untuk tanamkan kebiasaan positif dalam pengelolaan lingkungan.

“Ini mungkin langkah yang kecil, tetapi kami berharap dari langkah kecil ini bisa tumbuh budaya yang lebih baik. Kami ingin Warga Binaan terbiasa memilah sampah, menjaga kebersihan, sekaligus melihat bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna masih bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai,” ujarnya.

Menurut Bagus, upaya tersebut juga berkaitan dengan pemberdayaan Warga Binaan melalui kegiatan kerja. Tempat sampah yang dibagikan merupakan hasil keterlibatan Warga Binaan dalam proses pembuatan, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan sarana kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian.

“Dalam proses pembuatannya, kami melibatkan Warga Binaan melalui kegiatan kerja. Mereka tidak hanya menghasilkan sebuah produk berupa tempat sampah, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keterampilan dalam proses pembuatannya. Ini menjadi bagian dari pemberdayaan Warga Binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan selama mengikuti program pembinaan kemandirian,” jelasnya.

Enam tempat sampah tersebut diperuntukkan bagi masing-masing blok hunian untuk memudahkan pemilahan sampah anorganik, seperti botol plastik, kemasan plastik, kaleng, dan material lainnya yang masih dapat dimanfaatkan maupun didaur ulang.

Salah satu Warga Binaan, UR, yang terlibat dalam kegiatan pembuatan tempat sampah mengaku senang dapat menghasilkan produk yang nantinya digunakan untuk kebutuhan lingkungan Lapas.

“Senang bisa ikut membuat tempat sampah ini. Selain belajar keterampilan baru, hasilnya juga bisa langsung digunakan untuk membantu menjaga kebersihan di blok hunian. Jadi apa yang kami kerjakan benar-benar ada manfaatnya,” ujar UR.

Konsultan TJSL PT Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan menjelaskan bahwa pembagian tempat pemilahan sampah tersebut merupakan hasil kerja sama antara PT Pelindo dan Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin.

“Pembagian tempat pemilahan sampah ini merupakan bentuk kerja sama antara PT Pelindo dengan Seksi Kegiatan Kerja Lapas Banjarmasin. Program ini juga merupakan bagian dari Pelita Warna TJSL PT Pelindo,” jelas Rafly Setya.

Kerja sama tersebut jadi bagian dari dukungan terhadap upaya Lapas Banjarmasin dalam memperkuat pengelolaan lingkungan sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi Warga Binaan.

Dengan enam tempat sampah untuk enam blok hunian, Lapas Banjarmasin mulai bangun kebiasaan memilah sampah dari lingkungan terdekat Warga Binaan. Langkah ini diharapkan dapat berkembang jadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, sekaligus dukung lingkungan yang lebih bersih dan kegiatan pembinaan kemandirian. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0