Warga Binaan Kristiani Lapas Banjarmasin Diajak Maknai Arti Keselamatan

Warga Binaan Kristiani Lapas Banjarmasin Diajak Maknai Arti Keselamatan

Banjarmasin, INFO_PAS – Di balik keterbatasan ruang dan waktu, pembinaan kerohanian jadi salah satu ruang bagi Warga Binaan untuk terus menata diri dan memperkuat nilai-nilai keimanan. Hal tersebut tercermin dalam Ibadah Rutin Bulanan Pelayanan dari Kementerian Agama Kota Banjarmasin yang digelar di Gereja Oikumene Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Rabu (2/9).

Ibadah diikuti seluruh Warga Binaan Kristiani bersama Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin. Rangkaian kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan Pdt. Kristina.

Mengangkat firman Tuhan dari Kitab Perjanjian Baru, Efesus 2:8–10, ibadah kali ini ajak Warga Binaan memahami bahwa keselamatan merupakan anugerah atau kasih karunia Allah yang diterima melalui iman, bukan semata-mata hasil usaha maupun perbuatan baik manusia.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan yang diperbarui tidak berhenti pada pengakuan iman, tetapi juga diwujudkan melalui sikap rendah hati dan perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, menyampaikan bahwa renungan tersebut mengingatkan manusia untuk tidak menyandarkan keselamatan pada kehebatan maupun amal perbuatannya sendiri.

“Dalam renungan ini, manusia diselamatkan bukan karena kebaikan, kekuatan, atau amal perbuatan sendiri, melainkan pemberian cuma-cuma dari Allah yang diterima melalui iman. Amin,” ujar Erik.

Pesan tersebut turut menjadi bahan refleksi bagi Warga Binaan yang mengikuti ibadah. Andy, salah seorang Warga Binaan, mengaku semakin memahami pentingnya menjalani kehidupan dengan kerendahan hati.

“Saya menyadari bahwa status ‘diselamatkan’ bukan karena kehebatan diri. Untuk itu saya selalu hidup dalam kerendahan hati dan tidak merendahkan orang lain. Amin,” ungkap Andy.

Melalui pelaksanaan ibadah rutin tersebut, Lapas Banjarmasin terus beri ruang bagi Warga Binaan Kristiani untuk memperkuat iman sekaligus membangun kesadaran diri. Nilai-nilai yang diperoleh dari pembinaan diharapkan dapat menjadi bekal dalam membentuk sikap dan perilaku yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan hingga kembali ke tengah masyarakat.

Terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian dari upaya membangun perubahan diri Warga Binaan secara menyeluruh.

“Pembinaan kerohanian menjadi bagian penting dalam proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mereka tidak hanya mendapatkan penguatan iman, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai positif untuk memperbaiki diri, membangun kerendahan hati, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat. Setiap proses pembinaan yang dijalani hendaknya menjadi bekal untuk menata kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujar Akhmad. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0