Lapas Banjarmasin Gandeng GMDC Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan Kristiani
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin perkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan Kristiani melalui ibadah rutin di Gereja Oikumene Lapas, Kamis (6/8). Kegiatan yang hadirkan pelayanan dari Gereja Masa Depan Cerah (GMDC) tersebut menjadi bagian dari pembinaan rohani untuk membangun keimanan, karakter, dan kesiapan Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat.
Ibadah diikuti seluruh Warga Binaan Kristiani bersama Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin. Rangkaian kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan, kemudian dilanjutkan khotbah yang disampaikan Ps. Ohal Fointuna dengan mengangkat tema Matius 13:44–46 tentang Kerajaan Surga sebagai harta yang paling berharga.
Dalam khotbahnya, Ps. Ohal Fointuna mengajak Warga Binaan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk semakin mengenal Kristus dan memperbaiki kehidupan.
"Sering kali manusia mengejar banyak hal yang bersifat sementara, padahal firman Tuhan mengajarkan bahwa hubungan dengan Kristus adalah harta yang paling berharga. Saya berharap setiap Warga Binaan memanfaatkan masa pembinaan ini untuk semakin mengenal Tuhan dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang baru," pesannya.
Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter Warga Binaan.
"Pembinaan kerohanian bukan sekadar kegiatan ibadah rutin, tetapi menjadi sarana membangun kesadaran, memperkuat karakter, dan menumbuhkan nilai-nilai positif dalam diri Warga Binaan. Kami berkomitmen menghadirkan pembinaan yang berkesinambungan agar setiap Warga Binaan mampu memperbaiki diri, siap berintegrasi kembali dengan masyarakat, serta menjadi pribadi yang beriman, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungan," tegas Akhmad.
Pembina Gereja Oikumene Lapas Banjarmasin, Erik Simanjuntak, menambahkan firman Tuhan yang disampaikan diharapkan menjadi penguatan bagi Warga Binaan untuk terus bertumbuh dalam iman serta menjadikan kehendak Allah sebagai pedoman hidup. Menurutnya, pengenalan akan Kristus dapat menumbuhkan pengharapan, keteguhan hati, dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Salah seorang Warga Binaan, L, mengaku memperoleh penguatan melalui ibadah tersebut.
"Saya merasakan kepuasan rohani di dalam Kristus sehingga tidak mudah iri atau serakah terhadap pencapaian materi orang lain. Firman Tuhan hari ini menguatkan saya untuk terus hidup dalam pengharapan. Amin," ungkapnya.
Lapas Banjarmasin akan terus penuhi hak Warga Binaan untuk memperoleh pembinaan kepribadian sekaligus membekali mereka dengan nilai-nilai moral dan spiritual sebagai bekal menjalani kehidupan setelah bebas. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


