Lapas Banjarmasin Panen 450 Butir Telur dalam Enam Hari, Diserap Koperasi untuk Kantin

Lapas Banjarmasin Panen 450 Butir Telur dalam Enam Hari, Diserap Koperasi untuk Kantin

Banjarmasin, INFO_PAS – Budidaya ayam petelur di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus tunjukkan hasil. Dalam enam hari, sebanyak 450 butir telur berhasil dipanen dan dibeli oleh Koperasi Lapas Banjarmasin untuk selanjutnya diolah menjadi produk makanan yang dijual melalui kantin koperasi.

Dengan rata-rata produksi mencapai 75 butir telur per hari, hasil panen tersebut tidak hanya menjadi catatan produksi, tetapi juga langsung masuk dalam rantai pemanfaatan hasil budidaya. Telur yang dihasilkan dari SAE 1 diolah kembali sehingga memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan melalui kantin yang dikelola koperasi.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan hasil tersebut menjadi bukti budidaya yang dikembangkan di SAE 1 menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan secara nyata. “Kita ingin kegiatan di SAE tidak hanya berjalan, tetapi juga menghasilkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Panen 450 butir telur dalam enam hari ini menunjukkan produktivitas yang baik. Yang lebih penting, hasilnya bisa langsung diserap koperasi dan dimanfaatkan kembali,” ujarnya, Rabu (12/8).

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika, menjelaskan hasil panen akan terus dipantau agar produksi berjalan secara konsisten. “Produksi telur ini terus kita pantau, mulai dari perawatan sampai hasil panennya. Dalam enam hari terkumpul 450 butir dan seluruhnya dibeli koperasi. Harapannya, produksi terus stabil sehingga hasilnya juga makin banyak,” jelasnya.

Karyawan Koperasi Lapas Banjarmasin, Inas, mengatakan pihaknya senang dapat menyerap hasil produksi dari SAE 1 karena produk tersebut dapat langsung dimanfaatkan. “Telurnya kami beli dari hasil panen di SAE 1, kemudian kami olah dan jual melalui kantin koperasi. Jadi, hasilnya tidak berhenti di panen saja. Telur yang dihasilkan bisa langsung dimanfaatkan dan menjadi produk yang bisa dinikmati di kantin,” terangnya.

Salah seorang Warga Binaan inisial P senang melihat hasil dari perawatan ayam petelur yang dilakukan setiap hari. “Setiap hari ayam dirawat dan telurnya dikumpulkan. Ketika hasilnya sampai 450 butir dan bisa dibeli koperasi, rasanya senang karena hasil kerja kami benar-benar dimanfaatkan,” ungkapnya.

Hasil panen tersebut pengembangan kegiatan produktif di SAE 1 Lapas Banjarmasin. Dengan adanya penyerapan oleh koperasi dan pemanfaatan kembali melalui kantin, hasil budidaya ayam petelur memiliki alur pemanfaatan berkelanjutan dari proses produksi hingga menjadi produk yang dapat dinikmati konsumen. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0