Lapas Banjarmasin Panen 5 Kg Gambas dan 20 Kg Timun dari SAE 1
Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin kembali panen hasil budidaya tanaman pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1. Sebanyak lima kilogram gambas dan 20 kilogram timun berhasil dipanen sebagai pengembangan ketahanan pangan sekaligus kegiatan produktif bagi Warga Binaan, Selasa (11/8).
Gambas atau yang dikenal juga sebagai oyong (Luffa acutangula) merupakan sayuran buah yang tumbuh merambat dan masih satu kelompok dengan tanaman labu-labuan. Tanaman ini umumnya dipanen saat masih muda untuk diolah menjadi berbagai hidangan. Sementara itu, timun menjadi salah satu komoditas hortikultura yang banyak diminati masyarakat.
Kepala Lapa Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan optimalisasi lahan tersebut akan terus didorong agar SAE tidak hanya menjadi tempat kegiatan pertanian, tetapi juga menjadi ruang pembinaan yang memberikan manfaat nyata. “Selain menghasilkan, jenis tanaman seperti ini juga membuat suasana sekitar SAE kita jadi sejuk dan yang jelas enak dipandang. Ini menjadi upaya kita menciptakan lingkungan yang produktif sekaligus mendukung pembinaan kemandirian Warga Binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, mengatakan budidaya tanaman di SAE 1 menjadi pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Lapas Banjarmasin. “Warga Binaan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas yang memiliki nilai jual, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keterampilan dalam mengelola tanaman mulai dari perawatan hingga panen. Hasilnya dapat dimanfaatkan dan dipasarkan kepada masyarakat,” jelasnya.
Hasil panen gambas dan timun tersebut kemudian dibeli oleh pedagang pecel. Selain menjadi bentuk pemanfaatan hasil pembinaan, penjualan hasil panen turut memberikan nilai ekonomi dari kegiatan pertanian yang dikembangkan di lingkungan Lapas.
Salah seorang pedagang pecel, Sutiyem, mengapresiasi kualitas sayuran yang dihasilkan sekaligus harga yang ditawarkan. “Timunnya besar dan segar, serta harganya lumayan miring dibandingkan di pasaran. Ini sangat membantu buat kami pedagang kecil,” puji Sutiyem.
Pemanfaatan lahan SAE melalui budidaya tanaman menjadi upaya Lapas Banjarmasin menghadirkan kegiatan pembinaan yang memiliki manfaat berkelanjutan. Warga Binaan memperoleh keterampilan melalui proses bercocok tanam, sementara hasilnya dapat dipasarkan dan dimanfaatkan masyarakat. Di sisi lain, keberadaan tanaman produktif turut mendukung terciptanya lingkungan SAE yang lebih hijau dan asri.
Lapas Banjarmasin terus mendorong pemanfaatan lahan SAE sebagai ruang pembinaan produktif melalui berbagai kegiatan pertanian. Hasil panen yang memiliki nilai jual menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan kemandirian berjalan seiring dengan upaya mendukung ketahanan pangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Banjarmasin
What's Your Reaction?


