Lapas Banjarmasin Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan lewat Tadabur Al-Qur'an bersama Kemenag

Lapas Banjarmasin Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan lewat Tadabur Al-Qur'an bersama Kemenag

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin perkuat pembinaan spiritual bagi Warga Binaan melalui kegiatan tadabur Al-Qur'an bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarmasin. Kegiatan yang diikuti Warga Binaan muslim tersebut berlangsung di Masjid Baabut Taqwa Lapas Banjarmasin, Selasa (4/8), sebagai bagian dari pembinaan kepribadian berbasis nilai-nilai keagamaan.

Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, mengatakan pembinaan keagamaan jadi salah satu pilar penting dalam membentuk karakter Warga Binaan agar memiliki bekal moral, keimanan, dan tanggung jawab saat kembali ke tengah masyarakat.

“Pembinaan keagamaan bukan sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang membentuk karakter dan akhlak. Kami terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, agar Warga Binaan memperoleh pembinaan spiritual yang berkelanjutan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ustaz H. Asfiani Norhasani, Lc bahas kandungan Surah Al-An'am ayat 70–73 yang mengingatkan umat Islam agar tidak mempermainkan agama, tidak tertipu oleh gemerlap dunia, menjaga kemurnian tauhid, mendirikan salat, meningkatkan ketakwaan, serta menyadari bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah Swt. untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya.

Ustaz Asfiani menjelaskan bahwa Surah Al-An'am ayat 70–73 mengajarkan umat Islam agar tidak menjadikan agama sebatas identitas, tetapi mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Surah Al-An'am ayat 70 hingga 73 mengajarkan kita agar tidak mempermainkan agama dan tidak terlena oleh kehidupan dunia. Keberhasilan sejati bukan diukur dari harta, jabatan, atau popularitas, melainkan dari kesungguhan menjaga tauhid, mendirikan salat, bertakwa, serta mempersiapkan diri menghadapi hari ketika seluruh manusia kembali kepada Allah Swt. untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya,” tutur Ustaz Asfiani.

Salah seorang Warga Binaan, Rizki (nama samaran), mengaku memperoleh motivasi baru untuk terus memperbaiki diri melalui materi tadabur Al-Qur'an yang disampaikan.

“Materi hari ini menyadarkan saya bahwa kehidupan dunia hanya sementara. Saya ingin memanfaatkan masa pembinaan ini untuk memperbaiki ibadah, menjaga salat, dan menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah Swt. Semoga saya bisa istikamah ketika kembali ke masyarakat nanti,” ungkap Rizki. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0