Lapas Batulicin Cetak Warga Binaan Terampil Melalui Program Deko Mobil

Lapas Batulicin Cetak Warga Binaan Terampil Melalui Program Deko Mobil

Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembangkan pembinaan kemandirian melalui program deko mobil sebagai bekal keterampilan yang dapat diterapkan Warga Binaan di dunia kerja, Senin (3/8). Program yang dikelola Subseksi Pembinaan tersebut jadi wadah untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus membentuk etos kerja yang profesional.

Kegiatan dilaksanakan secara rutin di bengkel pembinaan di dalam Lapas Batulicin dengan melibatkan dua Warga Binaan. Seluruh proses berlangsung di bawah pendampingan petugas pembinaan sehingga setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai standar teknik dan keselamatan kerja.

Dalam program tersebut, Warga Binaan mempelajari seluruh tahapan deko mobil, mulai dari mengamplas bodi kendaraan, menyiapkan cat dan peralatan pendukung, melakukan pengecatan menggunakan spray gun, hingga tahap finishing melalui pemolesan dan pelapisan clear coat agar menghasilkan tampilan yang halus, mengilap, dan berkualitas. Setiap tahapan menekankan ketelitian, ketepatan teknik, dan kualitas hasil akhir sehingga peserta memahami standar pekerjaan di bidang deko mobil.

Program deko mobil telah menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sejak awal berdirinya Lapas Batulicin. Meskipun Warga Binaan terus berganti seiring berakhirnya masa pidana, proses alih keterampilan tetap berlangsung sehingga setiap peserta memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru di bidang deko mobil.

Selain membekali keterampilan teknis, program ini juga melatih disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan pekerjaan. Bekal tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja maupun usaha mandiri di bidang otomotif setelah Warga Binaan kembali ke masyarakat.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengatakan program deko mobil dirancang agar Warga Binaan menguasai setiap tahapan pekerjaan secara menyeluruh. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan kompetensi peserta.

"Kami membimbing Warga Binaan agar mereka memahami standar pekerjaan yang benar. Dengan latihan yang berkelanjutan, kemampuan mereka terus berkembang dan menghasilkan kualitas pekerjaan yang semakin profesional," ujar Harry.

Salah seorang Warga Binaan, M, mengaku bersyukur dapat kesempatan mengikuti program tersebut. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh menjadi pengalaman baru sekaligus bekal untuk bekerja setelah bebas.

"Saya belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya kuasai. Ilmu yang saya dapatkan menjadi bekal berharga dan membuat saya lebih percaya diri untuk bekerja maupun membuka usaha di bidang deko mobil setelah kembali ke masyarakat," ungkap M.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan pembinaan kemandirian diarahkan untuk membekali Warga Binaan dengan kompetensi yang memiliki nilai ekonomi dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

"Kami ingin setiap Warga Binaan meninggalkan Lapas dengan membawa keterampilan yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi. Melalui program deko mobil, mereka dibekali kemampuan praktis, sikap profesional, dan pengalaman kerja sehingga memiliki peluang lebih besar untuk hidup mandiri, produktif, serta kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat," tegas Kalapas.

Program deko mobil jadi salah satu pembinaan kemandirian unggulan di Lapas Batulicin. Melalui pembelajaran yang berlangsung secara konsisten dan berbasis praktik, Lapas Batulicin terus membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk kembali hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pidana. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0