Lapas Batulicin Panen 86 Butir Telur Bebek dari Pembinaan Kemandirian

Lapas Batulicin Panen 86 Butir Telur Bebek dari Pembinaan Kemandirian

Batulicin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin panen 86 butir telur bebek dari kegiatan peternakan yang libatkan Warga Binaan, Kamis (20/8). Hasil panen tersebut jadi produk dari pembinaan kemandirian yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan internal Lapas.

Panen telur bebek merupakan bagian dari kegiatan pembinaan kemandirian yang melibatkan Warga Binaan dalam pemeliharaan ternak secara rutin. Mulai dari pemberian pakan, penyediaan air minum, pembersihan kandang, hingga pemantauan kondisi bebek dilakukan secara teratur untuk jaga kesehatan ternak dan dukung produksi telur.

Kegiatan tersebut beri pengalaman langsung kepada Warga Binaan dalam mengelola peternakan secara bertanggung jawab. Melalui keterlibatan dalam setiap tahapan pemeliharaan, Warga Binaan tidak hanya belajar teknik beternak, tetapi juga melatih kedisiplinan, ketelitian, dan konsistensi dalam menjalankan kegiatan produktif.

Panen dilakukan Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, bersama Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan peternakan. Sebanyak 86 butir telur bebek yang terkumpul selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dan pengelolaan kegiatan di lingkungan Lapas Batulicin.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengatakan hasil panen tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan kemandirian berjalan dan memberikan hasil nyata. Menurutnya, keterlibatan Warga Binaan dalam pengelolaan peternakan juga jadi sarana untuk membangun keterampilan yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.

“Kami berharap Warga Binaan semakin memahami proses pemeliharaan ternak dengan baik, sehingga keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Harry.

Salah seorang Warga Binaan, U, mengungkapkan bahwa kegiatan peternakan memberikan pengalaman baru dalam memahami proses pemeliharaan hewan secara langsung. Ia bersama Warga Binaan lainnya terbiasa merawat ternak setiap hari agar bebek tetap sehat dan dapat menghasilkan telur dengan baik.

“Selama mengikuti kegiatan ini kami belajar untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab, karena bebek harus dirawat setiap hari. Saat melihat hasilnya bisa dipanen sebanyak 86 butir telur, kami merasa senang dan bangga karena hasilnya berasal dari kegiatan yang kami lakukan bersama,” ungkap U.

Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan bahwa hasil pembinaan kemandirian harus diarahkan agar memberi manfaat nyata. Menurutnya, kegiatan peternakan menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang dapat mengembangkan keterampilan sekaligus menumbuhkan kemandirian Warga Binaan.

“Kami ingin kegiatan pembinaan kemandirian tidak berhenti pada proses pelatihan, tetapi mampu menghasilkan sesuatu yang nyata dan bermanfaat. Panen telur bebek ini menjadi salah satu bukti bahwa Warga Binaan mampu menghasilkan produk melalui proses yang dilakukan secara konsisten, dan keterampilan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bekal untuk kehidupan setelah mereka kembali ke masyarakat,” tegas Thoha. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Batulicin

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1